Pria Asal Banten Kabur ke Riau Usai Bunuh Guru Silat, Begini Kronologinya

Pria Asal Banten Kabur ke Riau Usai Bunuh Guru Silat, Begini Kronologinya
Pembunuhan guru silat oleh muridnya di Banten. ©2021 liputan6/ Merdeka.com
JABAR | 3 Maret 2021 16:15 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Pihak kepolisian dari Polres Serang Kota (Serkot) berhasil mengamankan tersangka pembunuhan guru silat berinisial A alias M. Pelaku tersebut diketahui ditangkap di wilayah Sekupang, Kepulauan Riau setelah sebelumnya berhasil melarikan diri sejak 26 Februari 2021 lalu.

Menurut Kasatreskrim Polres Serang Kota (Serkot), AKP Mochamad Nandar, Pembunuhan tersebut dilakukan tersangka pada 15 Januari 2021 lalu di Kampung Cipacung, Desa Sidamukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten.

"Pembunuhan berencana yang dilakukan pelaku A. Pelaku setelah melakukan aksinya melarikan diri ke arah Lampung, selanjutnya pelaku ke Riau, kemudian menyeberang sampai ke Kepulauan Riau," ungkap Nandar di kantornya Senin (1/3/2021) seperti melansir dari Liputan6.

2 dari 4 halaman

Berawal Dari Tersangka Melempari Rumah Korban

Kasus pembunuhan terhadap AS (61) sendiri dilakukan A setelah ia meneror keluarga korban. Saat itu pelaku A melempari rumah korban dengan gelas kopi sembari berteriak akan membakar rumah.

Tak lama, keluarga beserta para tetangga korban pun mendatangi A yang sedang mencangkul di sawah dengan maksud menanyakan motif pelaku. Namun pelaku A justru memukul kepala AS hingga korban sempoyongan.

Tak hanya itu, dalam keadaan tak berdaya, korban lantas ditusuk di bagian ulu hati oleh pelaku A hingga AS tersungkur dan bersimbah darah.

3 dari 4 halaman

Pelaku Pernah Dikira Gangguan Jiwa

Sementara itu saat diinterogasi pelaku A menyebut jika ia pergi ke Kepulauan Riau dengan menumpang truk antar pulau.

Ia sendiri merupakan mantan sopir truk sehingga mudah mencari tumpangan untuk kabur. A juga mengakui jika AS merupakan guru silatnya.

"Belajar silat untuk bela diri. Tiap hari saya bawa pisau, karena setiap hari saya ke hutan," kata pelaku A, ditempat yang sama, Senin (1/3/2021).

Nandar menambahkan, pelaku sebelumnya pernah diketahui mengalami gangguan jiwa. Pihak kepolisian pun turut memeriksakan kondisi psikologisnya.

"Pisau pelaku bawa, disiapkan di pinggangnya, saat kejadian pelaku mencabut pisau dan menusukkannya ke dua batang kayu. Murid dan guru dalam ilmu bela diri. Kita masih mendalami, termasuk kita lakukan ahli psikologi juga," terangnya.

4 dari 4 halaman

25 Tahun Kurungan Penjara

pembunuhan guru silat oleh muridnya di bantenOdi Sodikin, menantu Korban AS

©2021 liputan6/ Merdeka.com

Pihak keluarga sendiri menuntut pelaku agar diberikan hukuman seumur hidup, terlebih A dianggap berniat menghabisi keluarganya tersebut.

"Kalau menurut saya, sebetulnya, walaupun pelaku dihukum mati, orangtua saya tidak akan hidup kembali. Menurut saya alangkah adilnya dihukum seumur hidup. Itu kan udah direncanakan, sengaja datang ke orangtua saya, bukan ketemu di jalan," kata Odi Sodikin, menantu korban di tempat yang sama.

Pelaku A alias M saat ini dikenakan dikenakan Pasal 340, juncto Pasal 338, juncto 351, ayat 3 KUHP dengan ancaman minimal 25 tahun kurungan penjara atau maksimal penjara seumur hidup.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah tokoh agama dan masyarakat Baros, ikut hadir di Polres Serkot guna menyaksikan pelaku yang telah memakai baju tahanan berwarna oranye tersebut.

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami