Anies Baswedan: Fahmi Idris Berjuang untuk Menghadirkan Kemajuan Perubahan Indonesia

Anies Baswedan: Fahmi Idris Berjuang untuk Menghadirkan Kemajuan Perubahan Indonesia
fahmi idris. ©2019 Merdeka.com/genantan
JAKARTA | 22 Mei 2022 17:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa sosok almarhum Fahmi Idris begitu sangat mencintai Indonesia.

"Selama saya bertugas di Jakarta, interaksi dengan beliau adalah interaksi yang penuh dengan pesan. Beliau berbicara tentang masa depan," kata Anies di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (22/5).

Anies menegaskan, Fahmi Idris selama hidupnya telah menghibahkan pikiran, tenaga dan hartanya untuk kemajuan umat dan bangsa Indonesia.

"Indonesia mencatat Fahmi berjuang untuk menghadirkan kemajuan perubahan," ungkapnya.

Kata Anies, Fahmi merupakan pemuda pemberani di zamannya, aktivis yang dapat berjalan dengan profesi sebagai pengusaha, menteri dengan jiwa aktivis yang mencintai Indonesia hingga ketua laskar Arif Rahman Hakim.

Atas nama warga DKI Jakarta, Anies mendoakan almarhum Fahmi Idris agar diampuni segala dosa-dosanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Anies juga berharap keluarga yang ditinggalkan agar terus menjaga nama baik almarhum, agar menjadi amal dan pahala.

2 dari 2 halaman

Jusuf Kalla

Mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengajak semua pihak mengenang Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo, Menteri Perindustrian Kabinet Indonesia Bersatu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam kebaikan.

Hal ini disampaikan JK saat memberikan sambutan usai shalat jenazah di rumah duka Fahmi Idris, Jakarta Selatan, Minggu.

"Semoga almarhum husnulkhatimah," kata JK langsung memimpin pembacaan doa sebelum jenazah dibawa ke mobil jenazah untuk dikebumikan di TPU Tanah Kusir.

JK sempat menyampaikan kenangan bersama Fahmi Idris, bersama-sama berjuang untuk membangun bangsa sejak masa kuliah dan organisasi HMI hingga di Partai Golkar.

"Perjuangannya lebih, sejak di mahasiswa, HMI, dan di Partai Golkar, kami satu pemahaman," kata JK.

Pada akhir sambutannya, JK mengajak semua yang hadir di rumah duka untuk mendoakan almarhum Fahmi Idris agar diterima amal ibadahnya.

Permintaan serupa juga disampaikan oleh kedua putri Almarhum Fahmi Idris, yakni Fahira Idris dan Fahrina Idris.

"Pencapaian beliau (Fahmi) adalah kebaikan hatinya, wejangannya, titel adalah pencapaian pribadi, biar beliau nikmati, sebagai manusia paling bermanfaat," kata Fahira.

"Tolong dimaafkan kalau sepanjang hidupnya ada mengusik hati kita semua, agar beliau lapang menuju Allah. Tolong dimaafkan," sambung Fahrina.

Almarhum Fahmi Idris dimakamkan di Flat 048 blok A1 Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu.

Sebelum dibawa ke TPU Tanah Kusir, jenazah Fahmi Idris disemayamkan di rumah duka di Jalan Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan.

Sejumlah tokoh politik hadir di rumah duka yakni Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, dan Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel.

Profesor Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Almarhum merupakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden BJ Habibie. Selanjutnya Menteri Perindustrian Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga:
Mengenal Fahmi Idris, Mantan Menteri Perindustrian Era SBY
Berita Duka, Politisi Senior Golkar Fahmi Idris Meninggal Dunia
Saat Senior Golkar Kompak Dukung Airlangga Capres di 2024
Fahmi Idris: Jelang Munas Golkar yang Dihitung Bukan Pandangan Tapi Dana
Fahmi Idris Tak Setuju Ketum Golkar Dipilih Aklamasi di Munas
Inilah Solusi Pemerintah Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Salah Satunya Naikkan Iuran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami