Dishub DKI Sebut Integrasi Tarif Percepat Alur Perjalanan

Dishub DKI  Sebut Integrasi Tarif Percepat Alur Perjalanan
Armada Transjakarta di Shelter Harmoni. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
JAKARTA | 28 Juli 2021 19:39 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai integrasi tarif angkutan umum di Ibu Kota nantinya memberikan kemudahan bagi masyarakat karena dapat mempercepat alur ketika melakukan perjalanan.

“Cukup satu kali ‘tap-in’ dan ‘tap-out’ untuk multiperjalanan,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Massdes Arouffy dalam webinar soal masa depan transportasi Jakarta di Jakarta, Rabu (28/7).

Menurutnya, belum terintegrasinya sistem pembayaran atau tarif membuat alur pembayaran pengguna transportasi umum lebih dari satu kali. Misalnya, layanan Moda Raya Terpadu (MRT) dengan TransJakarta di Bundaran HI yang saat ini belum terintegrasi.

Artinya, pengguna transportasi umum setelah menumpangi MRT dan perlu melanjutkan perjalanan menggunakan busway harus kembali melakukan pembayaran dengan memindai kartu uang elektroniknya pada mesin pindai di Halte Trans Jakarta.

Selain efisiensi alur perjalanan, integrasi tarif juga memberikan kemudahan karena pengguna jasa angkutan umum hanya memerlukan satu kartu atau satu aplikasi dalam gawainya untuk semua perjalanan.
Kemudian, integrasi tarif juga memberikan pilihan kepada pengguna jasa yang dapat membuat dan membayar satu paket rencana perjalanan sekaligus.
Massdes menambahkan, integrasi tarif juga memberikan harga yang lebih murah atau tidak lebih mahal dari sebelum integrasi baik untuk sekali maupun beberapa kali perjalanan.

“Detail dari JakLingko nanti untuk besarannya,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Ia juga mengharapkan integrasi tarif angkutan umum itu nantinya juga akan meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum dan mewujudkan efisiensi biaya subsidi.

Dinas Perhubungan DKI menargetkan dalam dua tahun ke depan tidak ada lagi pembayaran tunai dalam pembayaran angkutan umum setelah integrasi tarif karena semuanya menggunakan skema elektronik atau non tunai.

“Kami targetkan dalam waktu dua tahun ke depan sudah tidak ada lagi menggunakan tunai di lapangan,” tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pengemudi MikroTrans akan Berpenghasilan Setara UMR
14 Karyawan Transjakarta Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Bos Transjakarta Kebut Transformasi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
Operasional Transjakarta Selama Iduladha Mulai Pukul 09.00-20.30 WIB
DPRD Investigasi Lebih Bayar Subsidi Transjakarta Senilai Rp415 Miliar
Mengapa Pemprov DKI Bisa Lebih Bayar Subsidi Transjakarta hingga Rp415 Miliar?

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami