Ombusdman tuding ada penyimpangan, Sandiaga bela Satpol PP

JAKARTA | 26 November 2017 14:09 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menepis tudingan Ombudsman yang menyebutkan adanya oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pungutan liar. Walaupun pihak Ombudsman memiliki video mengenai pratik tersebut.

Untuk diketahui, dalam video tersebut menampilkan adanya temuan untuk membuktikan adanya kerja sama antara Satpol PP dengan preman untuk mengamankan pedagang kaki lima (PKL). Investigasi dilakukan di sejumlah tempat, yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, dan kawasan sekitar Mal Ambasador.

Sandiaga mengatakan, telah mendapatkan laporan dari Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu. Dalam laporan tersebut, membantah adanya praktik seperti dituduhkan Ombudsman di sekitar kawasan Mal Ambasador, Setiabudi Jakarta Selatan.

Bahkan, dia mengungkapkan, petugas yang berada di dalam video milik Ombudsman bukanlah anggota Satpol PP. Sandi menegaskan bahwa itu oknum yang menyamar sebagai anggota Satpol PP.

"Dapat laporan dari pak Yani (Kasatpol PP) untuk yang di Setiabudi memang akhirnya ada kemiripan video, tapi dia bukan anggota dari satpol PP hanya menyamar menjadi anggota satpol PP menurut pak yani," kata Sandiaga di Monas, Minggu (26/11).

"Tapi kita lagi memastikan untuk yang di Tanah Abang. Karena sampai per hari ini belum ketemu oknumnya," sambungnya.

Sandiaga mengatakan, video yang beredar itu merupakan rekaman yang diambil pada Agustus, dan itu sebelum dia bertugas. Walau begitu dia tetap akan menindak tegas jika benar ada Satpol PP yang melakukan pungli.

"Kejadiannya Agustus itu sebelum kami bertugas, jadi saya minta titip sama pak Yani kalau sampai benar terjadi aparat kita dan ini kita akan tindak sesuai dengan PP 53 jadi itu yang akan kita tindak lanjuti," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, Satpol PP tetap berada digarda paling depan untuk melayani publik, dengan adanya masalah ini diharapkan anggota Satpol PP tetap semangat bekerja.

"Kalian ini bagian dari garda ke depan daripada pelayanan publik jadi jangan khawatir untuk ada tindakan oknum-oknum. Kalau ada dari kita kita akan tindak tegas. Tapi kalau misalnya ini adalah penyamaran atau tidak benar. Kita angkat. Yang benar itu harus benar. Yang salah itu yang salah," ujarnya.

Sementara Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan terima kasih kepada Ombudsman yang telah melakukan pengawasan. Dan ini menjadikan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja bawahannya.

"Sebagai motivasi buat kita supaya kita berkinerja lagi ke depan. Satpol PP sekarang udah berbuat banyak. Lebih banyak satpol yang baik daripada yang tidak baik menurut saya," kata Yani. (mdk/fik)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.