Razia PMKS, Satpol PP DKI Jaring Pengamen Ondel-Ondel Hingga Manusia Silver

Razia PMKS, Satpol PP DKI Jaring Pengamen Ondel-Ondel Hingga Manusia Silver
Anak Manusia Silver di Sudut Jalanan Jogja. ©2021 Merdeka.com/Septian Dwi Kurniawan
JAKARTA | 25 Maret 2021 17:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengamankan 348 orang penyandang kesejahteraan sosial (PMKS) dalam operasi asih asuh di lima wilayah kota.

"Penjangkauan sebanyak 348 orang PMKS dengan jenis rincian 22 orang manusia silver, 22 orang manusia badut (cosplay), 62 orang pengamen ondel-ondel, dan 98 orang pengamen jalanan," bunyi unggahan tersebut.

Lalu, sebanyak 37 orang gelandangan dan pengemis, 12 orang manusia karung, tujuh manusia gerobak, dan 49 orang Pak Ogah.

Kemudian ada pula empat anak jalanan, dan 27 orang lainnya terdiri atas pemulung, juru parkir liar, orang dengan gangguan jiwa, serta pedagang asongan.

"Setelah dilakukan pendataan identitas serta melaksanakan test swab antigen, mereka yang terjaring razia di antarkan ke Panti Sosial Binaan untuk penanganan lebih lanjut," seperti diunggah akun @satpolpp.dki, Kamis (25/3).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan pengamen beratribut ondel-ondel. Sebelum aturan pelarangan ditegakkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan lebih dulu melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut.

"Kita pertama menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan agar penggunaan dari pada ikon budaya Betawi itu sesuai dengan fungsinya untuk kita lestarikan dan meninggikan, bukan dengan cara untuk mengamen di jalan-jalan," ucap Arifin, Rabu (24/3).

Selama sosialisasi dilakukan, Arifin mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk mencari solusi bagi para pengamen beratribut ondel-ondel, agar aktivitas mereka tidak lagi mengganggu ketertiban masyarakat.

Sebab, menurut Arifin, banyak laporan ke Satpol PP tentang keluhan terkait pengamen beratribut ondel-ondel. Keluhan itu dimulai dari bisingnya suara, serta sikap beberapa pengamen cenderung memaksa.

"Dan kita lihat juga yang mengamen ini banyak anak-anak usia sekolah. Mereka digunakan untuk mengamen di jalanan dan seringkali kita perhatikan kesannya seperti memaksa," ujar dia.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Ondel-ondel Disewakan untuk Mengamen, Ini Sanksi Bakal Diterima Pemilik
Satpol PP Jakarta Selatan Jaring PMKS Hingga Ondel-Ondel
Pengamen Ondel-ondel akan Ditertibkan, Wagub DKI Janjikan Tempat Lebih Baik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini