Rumah Dinas Lurah Jakarta Terbengkalai, Apa Sih Fungsinya?

Rumah Dinas Lurah Jakarta Terbengkalai, Apa Sih Fungsinya?
Rumah dinas lurah Kebon Melati, Kebon Kacang dan Gelora, Kecamatan Tanah Abang yang kosong. ©2022 Merdeka.com
JAKARTA | 15 Agustus 2022 11:17 Reporter : Rahmat Baihaqi

Merdeka.com - Sejumlah rumah dinas lurah di DKI Jakarta kosong tak berpenghuni, seperti rumah dinas Lurah Kebon Melati, Kebon Kacang, dan Gelora di Kecamatan Tanah Abang. Beberapa di antaranya hanya menjadi tempat penyimpanan peralatan petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Seharusnya, rumah dinas ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpin daerah mereka. Namun sayangnya, salah satu fungsi tersebut seperti dikesampingkan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Misbah Hasan mengingatkan, fungsi rumah dinas untuk bukan sekedar untuk keperluan personal saja atau tempat tinggal keluarga. Tapi juga difungsikan untuk memperkuat kinerja lurah atau camat atau walikota.

"Misalnya agar mereka itu tidak ada batasan waktu jadi tugas mereka tidak hanya sebatas dari jam 8 pagi misalnya sampai jam 5 sore itu kan secara formal, tapi kan ada tugas-tugas yang mungkin butuh cepat untuk dieksekusi secara cepat di luar jam kerja," katanya saat berbincang dengan merdeka, Minggu (14/8).

2 dari 3 halaman

Dia mengungkapkan, masyarakat yang ingin memberikan aspirasi atau keluhan akan lebih nyaman bila menemui lurah, camat atau walikota di rumah dinas. Berbeda bila mereka tinggal di rumah pribadi.

"Kalau rumah pribadi pasti ada rasa sungkan karena rumah pribadi itu lebih kesannya tempat untuk istirahat tempat untuk keluarga bukan untuk tempat bekerja," tuturnya.

Selain itu, lokasi rumah dinas berada di lokasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Baik di suatu komplek maupun di pemukiman warga, hal tersebut yang harus diperhatikan.

"Menurut saya memang rumah dinas itu seharusnya memang ditempatkan di mana warga itu mudah untuk mengakses rumah dinas tersebut. Jadi apakah itu di pemukiman warga ataupun di semacam kompleks, itu sebenarnya tidak ada masalah," ungkap Misbah.

Dia menyayangkan perihal disfungsi rumah dinas, lantaran pembangunan serta peremajaanya menggunakan anggaran dari APBD. Sebab ini menjadi suatu pemborosan dan dianggap percuma.

"Saya rasa akan terjadi pertama pemborosan anggaran karena rumah dinas itu kan tiap tahunnya membutuhkan biaya perawatan," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Misbah meminta, Pemprov DKI menelusuri aliran dana guna peremajaan rumah dinas, yang setiap tahunnya dianggarkan dalam APBD. Bahkan, dia menyarankan, rumah dinas tidak digunakan sebagaimana fungsinya bisa untuk kegiatan masyarakat.

"Perlu ditelusuri juga potensi pemborosan harga. Karena tiap rumah dinas itu mendapatkan biaya perawatan yang besar hampir 200 miliyar," tutupnya.

Sebelumnya, merdeka.com mencoba mendatangi rumah dinas lurah Kecamatan Gelora. Di sana hanya terlihat satu sofa dan beberapa sampah di halaman depan.
Menurut Sakina, yang bertempat tinggal di sebelah ketiga rumah dinas tersebut, rumah dinas tersebut sudah lama kosong dan sempat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga yang diduga suspek Covid-19.

"Iya kosong udah lama (kosong). Enggak ada yang pernah tinggalin. Dulu jadi tempat isolasi covid. Sekarang, kelurahan direnovasi jadi keluar masuk ambil barang PPSU itu," kata Sakina.

Petugas PPSU Kelurahan Kebon Kacang Gege dan Udi membenarkan hal tersebut. Kelurahan Kebon Kacang akan direnovasi, dari yang semula memiliki tiga lantai menjadi empat lantai sehingga perlu menyewa satu tempat dan menggunakan rumah dinas lurah sebagai tempat menaruh barang-barang.

"Kan dibongkar, barang-barang ditaruh di sini. Tiga-tiganya (rumah dinas) kosong, tapi diisi barang. Diini (Atas perintah) lurahnya. Kalau yang ini (rumah dinas lurah Kebon melati) mah kosong," kata Udi.

Lebih lanjut, Gege menceritakan rumah dinas sempat ditinggali oleh lurah yang menjabat.

"Karena kan Kelurahan Gelora dan Kebon Kacang dibongkar. Mau dibangun gedung baru. Jadi sementara untuk taruh berkas atau segala macam di sini, udah dari awal tahun lah. Dulu Pak Lurahnya pernah tinggal di sini, tapi Ibu Lurah (yang baru) enggak tinggal di sini kan ada barang. Soalnya baru tahun ini (menjabat)," kata Gege.

Untuk menjaga barang-barang tersebut, terkadang petugas PPSU tinggal di dalam rumah dinas tersebut.

(mdk/fik)

Baca juga:
Rumah Dinas Lurah di DKI Tak Dihuni dan Beralih Fungsi, Begini Respons Wagub Riza
Potret Rumah Dinas Lurah DKI Lama Tak Dihuni, Kotor & Jadi Gudang Alat-Alat PPSU
Keluarga Brigadir J Nilai Penonaktifan Irjen Ferdy Sambo Sudah Tepat
Tak Dihuni Anggota Polri Aktif, 9 Rumah Dinas di Jateng Dieksekusi
VIDEO: Alasan TNI AU Putus Aliran Listrik Rumdis Purnawirawan di Surabaya
Penjelasan Detail Biaya Gorden 505 Rumah Dinas DPR: 1 Unit Dianggarkan Rp90 Juta
Alasan Sekjen DPR Anggarkan Gorden Rumah Dinas: 13 Tahun Tak Diganti, Kayak Kain Pel

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini