Sekwan Tunggu Keputusan Dinkes Terkait Vaksinasi Keluarga Anggota DPRD DKI

Sekwan Tunggu Keputusan Dinkes Terkait Vaksinasi Keluarga Anggota DPRD DKI
Tanaga kesehatan disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua. ©Liputan6.com/Johan Tallo
JAKARTA | 4 Maret 2021 22:32 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemberian vaksin terhadap keluarga anggota DPRD DKI Jakarta belum mendapat persetujuan dari Pemprov DKI. Pelaksana tugas sekretaris dewan, Hadameon Aritonang menyebutkan perlu ada koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan.

Dame mengatakan, jika Dinas Kesehatan menyatakan terdapat ketersediaan dosis vaksin untuk keluarga anggota DPRD maka proses penyuntikan bisa dilakukan. Untuk itu, kata Dame, pihaknya juga akan menyampaikan informasi ketersediaan vaksin kepada Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi.

"Kalau Dinkes menyatakan sudah ada, sudah bisa untuk keluarga baru kami koordinasikan dengan Pak Ketua DPRD DKI," kata Dame, Kamis (4/3).

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik membenarkan adanya usulan keluarga anggota dewan turut menjadi daftar penerima vaksin saat ini.

Politikus Gerindra itu berdalih sebagai anggota dewan sangat rentan tertular terhadap Covid-19. Sementara kalster penularan tertingi terjadi di keluarga. Taufik ingin agar para anggota dewan tidak menularkan virus kepada keluarga mereka.

"Saya kira begini, kan lingkungan kita masa enggak kita jagain. Lingkungan kit harus kita jaga dong yang salah apa?" Kata Taufik, Rabu (3/3).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kemudian menyatakan pihaknya akan menolak permintaan DPRD tersebut karena bukan prioritas.

"Iya dong (tolak), kita ada tahapannya prioritas, prioritasnya kan bukan keluarga. Prioritas tenaga kesehatan, tadi pedagang pasar, nanti petugas publik seperti sopir bus, kondektur, dan sebagainya. Aparat keamanan, pokoknya profesi yang berinteraksi dengan masyarakat banyak, itu yang jadi prioritas," kata Riza di Balai Kota.

Riza menyatakan, prioritas program vaksinasi saat ini adalah mereka yang banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berada di luar rumah. Sementara bagi keluarga lebih baik berada di rumah saja.

"Keluarga kita lebih baik berada di rumah, karena tempat terbaik bagi seluruh warga adalah berada di rumah. Yang keluar rumah siapa? Yang paling penting dan genting boleh ke luar rumah, itu pun tetap menggunakan prokes," ujarnya.

Selain itu, politikus Gerindra itu mengingatkan protokol kesehatan tetap dijalankan dan dijadikan kebiasaan meskipun sudah menerima vaksin.

"Sekalipun kita sudah berjalan vaksin alhamdulillah, namun protokol kesehatan tetap yang utama, jadikan protokol covid sebagai kebutuhan bukan karena regulasi, bukan karena aparat, bukan karena beratnya sanksi, tapi jadikan ini sebagai kebutuhan sehari-hari seperti kita menggosok gigi setiap hari," tandasnya. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami