Terungkap, Sopir Truk Dibegal dan Dibuang ke Bogor Hanya Rekayasa

Terungkap, Sopir Truk Dibegal dan Dibuang ke Bogor Hanya Rekayasa
ilustrasi garis polisi. ©2021 Merdeka.com
JAKARTA | 7 Juli 2022 05:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi kembali mengungkap kasus pembuatan laporan palsu. Pelakunya kali ini adalah seorang sopir truk yang mengaku menjadi korban perampokan.

Anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa perampokan merupakan cerita bohong dibuat sopir truk dan rekannya.

"Sudah kami lakukan penyelidikan dan olah TKP serta keterangan saksi-saksi bahwa perampokan itu tidak ada alias direkayasa," ujar kasubdit resmob Polda Metro Jaya AKBP Handik dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7).

Handik mengatakan telah memeriksa rekan sopir truk berinisial MI (28) yang berprofesi sebagai sopir taksi. MI bersekongkol dengan teman-temannya seolah-olah dirampok. Hasil pemeriksaan, sopir taksi MI (28) mengakui bahwa mengarang sebuah cerita.

"Jadi tidak betul-betul dirampok," ujar dia.

Sementara itu Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi membenarkan hal tersebut. "Nanti kita sampaikan detailnya saat rilis," ucap Hengki.

2 dari 2 halaman

Sopir Truk Bawa Gula Dibegal, Tangan dan Kaki Diikat Lalu Dibuang di Bogor

Sebelumnya warga Kampung Citeureup, Desa Pabuaran, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi kedua tangan dan kaki terikat serta mulut ditutup lakban cokelat.

Pria yang memakai kaos lengan panjang warna hijau dan celana bahan berwarna cokelat itu ditemukan warga di sebuah gubuk bekas warung pada Rabu (29/6/2022) sore.

Samsudin, salah satu saksi mata mengatakan saat hendak pulang kerja, dia mendapat informasi dari rekannya jika ada seorang pria dengan kondisi kaki dan tangan terikat.

"Saya langsung ikut ngecek dan benar ada pria posisinya menelungkup di tanah depan bekas warung, dan ternyata dia masih hidup, cuma kondisinya lemas," kata Samsudin kepada wartawan.

Samsudin dan warga setempat kemudian melaporkan temuan pria yang dicurigai sebagai korban perampokan ini ke petugas polisi setempat.

Polisi pun tiba di lokasi lalu melepas ikatan tali yang saling terhubung dari tangan hingga kaki. Selanjutnya mencopot lakban yang menutupi mulutnya.

Menurut informasi yang dia dapat, pria tersebut adalah seorang sopir truk yang membawa gula. Ketika sedang beristirahat di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, sopir tersebut dirampok oleh kawanan pencuri.

"Dia kemudian diikat lalu oleh para begal itu dibawa dan dibuang di sini," kata Samsudin.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Sindur AKP Suharto membenarkan kejadian tersebut. Pria itu merupakan sopir truk yang membawa gula dan diduga menjadi korban perampokan.

"Kejadiannya di kawasan Cikupa, Tangerang saat korban sedang istirahat sambil menunggu temannya yang sesama sopir. Karena mereka memang janjian konvoi sampai ke Tanjung Priok," kata dia.

Sempat Disekap

Ketika korban sedang tidur lelap, sebuah minibus yang di dalamnya berjumlah enam orang mendekati truk korban. Beberapa di antaranya menghampiri korban lalu mengikat kedua tangan dan kaki pakai tali serta menutup mulutnya korban dengan lakban.

"Korban sempat disekap di kabin belakang truk dari pukul 02.00 dini hari dan paginya dibuang di wilayah Pabuaran, Gunung Sindur," ujarnya.

Namun Suharto tidak menyebut secara detail barang apa saja yang dirampok. Ia menyebut tidak menemukan adanya luka pada tubuh korban.

"Karena TKP-nya di sana jadi kami langsung koordinasi dengan pihak Polsek Cikupa," kata dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
Perampok Kantor Peternakan Ayam di Nanggung Bogor Ditembak, Rekannya Masih Diburu
Modus Berpura-pura Jadi Aparat, Residivis di Palembang Tipu Belasan Warga
Gadis Usia 16 Tahun Dalang Perampokan Ojol di Semarang
Siram Bensin & Ancam Bakar Kasir, Perampok Gasak Uang Rp4,1 Juta Minimarket di Jaktim
Sempat Teriak Minta Tolong, Wanita Tewas Bersimbah Darah di Indekos Tangsel
Kesal Tak Diberi Utang, Pria Banyuasin Tembak Mati Pasutri Bekas Majikan
Driver Ojek Online Ditusuk Rampok Lalu Dipukuli Warga Karena Dikira Pelaku

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini