25 September Peringati Hari Apoteker Sedunia, Begini Sejarah dan Faktanya

25 September Peringati Hari Apoteker Sedunia, Begini Sejarah dan Faktanya
Ilustrasi obat. shutterstock
JATENG | 25 September 2022 17:00 Reporter : Ayu Isti

Merdeka.com - Dapat dikatakan, seorang apoteker mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tenaga kesehatan, apoteker bekerja membantu seorang dokter meresepkan obat-obatan yang dibutuhkan bagi setiap pasien. Tentu ini dilakukan berdasarkan aturan dan pengetahuan yang tepat agar penyakit yang diderita pasien dapat segera sembuh.

Selain itu, apoteker juga memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan medikasi umum. Di mana Anda bisa datang ke toko obat, selanjutnya apoteker akan memberikan informasi tentang obat yang perlu dikonsumsi sesuai dengan keluhan. Lebih dari itu, para ilmuwan farmasi juga berperan aktif dalam pengembangan obat-obatan mengingat munculnya penyakit yang semakin beragam.

Dengan kontribusi dan peranan penting yang diberikan, masyarakat memberikan penghargaan khusus bagi para apoteker. Salah satunya berupa peringatan Hari Apoteker Sedunia yang dirayakan setiap 25 September. Di balik peringatan ini, terdapat sejarah dan latar belakang penting yang perlu Anda ketahui.

Tepat pada perayaan hari ini, tentu menarik untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah Hari Apoteker Sedunia yang berbagai fakta-fakta unik lainnya. Selain itu, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan bagi masyarakat untuk turut berpartisipasi merayakan peringatan ini.

Dilansir dari National Today, berikut sejarah peristiwa 25 September yang diperingati sebagai Hari Apoteker Sedunia dan berbagai faktanya.

2 dari 4 halaman

Sejarah Hari Apoteker Sedunia

Sejarah Hari Apoteker Sedunia tidak luput dari perkembangan dunia farmasi dari waktu ke waktu. Sebelum beragam obat dengan teknologi canggih saat ini, seni farmasi telah dimuali dari masa kuno yang mengoleskan jus dari daun untuk menyembuhkan luka.

Ada juga legenda Yunani yang ditulis berabad-abad lalu menyebutkan bahwa terdapat dewa yang ahli mengobati penyakit. Dewa penyembuhan Yunani, Asclepius, menurunkan resep racikan obatnya kepada Hygieia, apoteker dan generasi-generasi selanjutnya.

Untuk waktu yang lama, penyembuhan dan farmasi berjalan beriringan. Garis antara farmasi dan obat-obatan mulai ditentukan pada abad kedelapan dan semakin kuat saat memasuki abad ke-17. Kemudian setelah Perang Dunia II, obat-obatan baru terus diperkenalkan ke pasar, pada saat yang bersamaan peran dokter menjadi lebih jelas dari sebelumnya.

Perkembangan zaman terus maju, begitu pula dengan bidang farmasi. Salah satunya peran apoteker kini yang memainkan tugas vital. Tugas mereka termasuk mengidentifikasi dan memberikan obat yang tepat, mengawasi penyimpanan dan penyetokan kembali obat-obatan, serta melakukan pengawasan pada tanggal kadaluarsa obat.

Setelah itu didiikan Federasi Farmasi Internasional pada 25 September 1912 untuk menghormati peran penting pada apoteker. Ini adalah badan global utama yang mewakili semua apoteker dan ilmuwan farmasi, serta mendukung jaringan apoteker dan pengembangan profesi.

Karena telah melakukan berbagai upaya untuk para apoteker, organisasi ini mendapatkan apreasiasi baik yang kemudian tanggal pendiriannya dijadikan peringatan tahunan Hari Apoteker Sedunia saat ini.

3 dari 4 halaman

Fakta-Fakta Menarik

Setelah mengetahui sejarah Hari Apoteker Sedunia dan latar belakang perkembangannya, berikutnya terdapat berbagai fakta menarik tentang apoteker yang tak kalah penting untuk diketahui. Fakta pertama, Amerika mempunyai tenaga apoteker profesional yang melimpah. Bahkan dikatakan 90 persen orang yang tinggal di negara ini dapat mengakses apotek setiap jarak 5 mil.

Selain negaranya, tokoh penting di Amerika, yaitu Mantan Wakil Presiden yang ke-38, Hubert Humphrey ternyata adalah seorang apoteker. Bukan hanya itu, terdapat orang-orang terkenal lainnya yang ternyata memiliki latar belakang seorang apoteker, yaitu Alexander Flemming (penemu penisilin), Agatha Christie (penulis kriminal terkenal di dunia).

Sementara di bidang perkembangan obatnya, antipirin adalah obat pertama yang dijual secara komersil. Obat ini dipasarkan secara massal pada tahun 1883 dalam bentul pra-paket. Kemudian pada tahun 1900-an, sebagian besar obat-obatan dijual oleh apotek dengan cara yang sama.

4 dari 4 halaman

Cara Memperingati Hari Apoteker Sedunia

Setelah mengetahui sejarah Hari Apoteker Sedunia dan berbagai fakta menarik, terakhir terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati perayaan ini. Meskipun ditujukan khusus bagi para apoteker, namun peringatan ini bisa diikuti oleh masyarakat secara umum.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi, berikut beberapa cara memperingati Hari Apoteker Sedunia yang bisa Anda lakukan:

  • Lindungi apoteker lokal, dengan menjadikan apotek terdekat sebagai sumber yang dituju ketika mengalami keluhan penyakit. Mengingat semakin banyak penjualan obat secara online, tentu dapat mengancam keberadaan apotek yang ada di dekat Anda.
  • Hargai apoteker dengan menjaga tata terbit ketika membeli obat di apotek, yaitu dengan mematuhi antrean. Jangan lupa ucapkan terima kasih pada apoteker yang sudah membantu Anda meresepkan obat. Meskipun sederhana, ini cukup menunjukkan apresiasi yang baik pada tenaga kesehatan.

(mdk/ayi)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini