Angka Penularan COVID-19 di Jogja Sudah Rendah, Begini Penjelasan Dinkes

Angka Penularan COVID-19 di Jogja Sudah Rendah, Begini Penjelasan Dinkes
tugu yogyakarta. blogspot.com
JATENG | 6 Oktober 2022 11:23 Reporter : Shani Rasyid

Merdeka.com - Seiring waktu, kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan. Apalagi sudah banyak penduduk yang mendapatkan vaksin baik itu dosis kedua maupun booster. Karena kekebalan sudah terbentuk, COVID-19 tidak lagi menjadi hal yang amat serius.

Terkait dengan hal tersebut, Dinkes Kota Yogyakarta menyebut bahwa kasus penularan COVID-19 di wilayah mereka sudah rendah. Sepanjang tanggal 25 September hingga 1 Oktober, total temuan kasus baru hanya menunjukkan angka 40.

“Penambahan kasus harian di Yogyakarta saat ini bisa dihitung dengan jari,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, dikutip dari ANTARA pada Rabu (5/10).

Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Perkembangan Terkini Kasus COVID-19 di Jogja

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Lana mengatakan, dalam periode yang sama, sebanyak 51 orang sembuh dari COVID-19 dan tidak ada pasien yang meninggal dunia. Selain itu berdasarkan analisis kondisi epidemologi, surveilans, dan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan, sebanyak 24 dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta berada di zona hijau, sementara sisanya masuk zona kuning.

Sementara dari 14 kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta, sebanyak enam kecamatan di antaranya berada di zona hijau dan delapan lainnya masuk zona kuning. Tidak ada kelurahan maupun kecamatan yang berada di zona merah atau zona resiko tinggi penularan COVID-19 di Kota Yogyakarta.

3 dari 4 halaman

Usaha Penanggulangan

shelter covid 19 ugm
©Ugm.ac.id

Walaupun kasus COVID-19 sudah rendah, Pemkot Yogyakarta tetap menjalankan upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19, termasuk membuka shelter isolasi. Rusunawa Bener Tower 1 tetap dioperasikan sebagai shelter isolasi meskipun saat ini tidak ada satupun pasien yang menjalani perawatan di fasilitas tersebut.

“Pasien terakhir yang masuk shelter sudah dipulangkan pada 23 Agustus dan sampai sekarang tidak ada lagi pasien yang masuk,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kota Yogyakarta, Okto Heru Santosa.

4 dari 4 halaman

Cakupan Vaksinasi Tinggi

vaksinasi covid 19 booster kedua
©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo mengatakan bahwa petugas disinfektan tetap disiagakan di shelter isolasi Rusunawa Bener.

“Kami juga tetap menyiagakan tim untuk pemakaman dengan prosedur COVID-19. Pemakaman juga dapat dilakukan oleh wilayah,” kata Petrus.

Sepanjang September 2022, BPBD Kota Yogyakarta mencatat ada enam pemakaman yang dilakukan dengan prosedur COVID-19. Bagi Lana, angka penularan COVID-19 yang sudah rendah dan cakupan vaksinasi yang tergolong tinggi merupakan modal untuk mempersiapkan Kota Yogyakarta dan seluruh masyarakatnya menuju kondisi endemi.

(mdk/shr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini