Kisah Guru Honorer yang Wujudkan Mimpinya Berangkat Haji, Ini Perjuangannya

Kisah Guru Honorer yang Wujudkan Mimpinya Berangkat Haji, Ini Perjuangannya
ilustrasi haji. nytimes.com
JATENG | 30 Juni 2022 16:09 Reporter : Denny Marhendri

Merdeka.com - Haji adalah rukun Islam kelima yang harus ditunaikan di Tanah Suci. Ibadah ini hukumnya wajib bagi umat muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Ketika meniatkan diri untuk mampu menunaikan haji, guru asal Mojorkerto ini berusaha mewujudkannya. Perjuangan yang berat dilakukan guru honorer ini untuk menunaikan ibadah haji.

Perjuangannya ini tentu bisa memberikan inspirasi bagi siapapun yang akan mengejar mimpinya, terutama menunaikan ibadah haji. Bagaimana kisahnya? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Guru Honorer

Seperti informasi yang dilansir dari Antara, guru honorer yang bernama Wiwik Ernawati itu akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk pergi ke Tanah Suci. Perempuan berusia 39 tahun itu sudah menjadi guru honorer selama 14 tahun.

Ketika mengawali menjadi seorang guru honorer, Wiwik mengaku bahwa pada saat itu gajinya Rp 24 ribu per bulan. Berbagai pekerjaan lainnya seperti membantu orang tuanya berjualan di pasar dilakukannya demi menopang perekonomian keluarga.

"Mengajar di daerah Pacet, Mojokerto, sekitar 40 menit naik sepeda motor dari rumah," jelas Wiwik.

"Setiap hari bangun jam 1 dini hari untuk membantu orang tua jualan di pasar. Lalu berangkat mengajar. Pulang sampai rumah jam 6 petang," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Tak Bersama Suami

Wiwik terdaftar dalam keberangkatan haji pada tahun 2020, pada saat itu keberangkatannya tertunda karena pandemi Covid-19. Meski tahun ini diputuskan bisa berangkat, Wiwik hanya berangkat sendiri tanpa suaminya.

Awalnya, Wiwik sudah mengupayakan untuk berangkat haji bersama suaminya, namun upayanya tak membuahkan hasil. Padahal, sejak tahun 2011 ia dan suami sudah memutuskan untuk menabung guna membayar biaya haji.

"Tapi suami saya tidak masuk daftar haji. Sempat diusahakan agar bisa berangkat bersama. Ternyata tidak bisa. Akhirnya saya berangkat sendiri," kata Wiwik.

"Saya menikah di tahun 2011. Bersama suami saat itu kami sepakat, uang dari hasil perayaan nikah digunakan semuanya untuk mendaftar haji," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Barokah

Saat ini Wiwik berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) 34 Embarkasi Surabaya. Menurut Wiwik, ibadah haji ini adalah berkah dari perjuangannya dalam mengajar.

"Saya merasa ada barokah dari aktivitas keseharian mengajar," ucap Wiwik.

"Dan keikhlasan dalam membantu orang tua," pungkasnya.

(mdk/dem)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini