Mengintip Pembuatan Mi Ayam Instan, Obat Rindu Perantau dari Kota Gaplek

Mengintip Pembuatan Mi Ayam Instan, Obat Rindu Perantau dari Kota Gaplek
Mi Ayam Instan. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo
JATENG | 26 November 2021 15:50 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Mi ayam, tak ada yang dapat menolak cita rasa dan kelezatannya. Menu kuliner ini merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia. Tak banyak orang menyadari, mi ayam tidak lahir sepenuhnya dari Indonesia. Namun kuliner ini perpaduan antara jenis makanan oriental dan nusantara. Berbicara mi ayam, kuliner ini sangat erat dengan wilayah di Karesidenan Surakarta, yakni Kabupaten Wonogiri.

Mi ayam khas wonogiri terdiri dari semangkuk mi yang dibumbui dengan potongan ayam semur, daun bawang, sawi rebus, bakso, hingga pangsit. Uniknya, ide unik datang dari para pedagang mi ayam wonogiri. Mereka menghadirkan mi ayam instan yang dapat dinikmati kapanpun dan di manapun. Mirip dengan mi instan dalam kemasan bermerek mi ayam instan Wonogiren.

Mi ayam instan Wonogiren tercetus dan lahir dari kota Gaplek, tepatnya di Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

mi ayam instan

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Mi ayam instan Wonogiren dapat menembus hingga pasar Korea, Hongkong, Malaysia, Brunei, Belgia, Jerman, dan Uni Emirat Arab. Selain itu, mi ayam instan Wonogiren mampu merangkul reseller yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Seperti Soloraya, yakni Jakarta, Bekasi, Tangerang, Banjarmasin, hingga Balikpapan.

Masyarakat wonogiri memang identik dengan para perantau. Bahkan 7.000 atau seperempat warganya merantau ke berbagai penjuru kota dan dunia. Inilah salah satu alasan tercetusnya ide membuat produk mi ayam instan.

Mie Ayam Instan Wonogiren akhirnya dapat mengobati rasa rindu warga Wonogiri yang hidup merantau. Terutama warga yang menjadi TKI di Luar Negeri. Berkat pemasarannya yang telah menembus beberapa supermarket. Para perantau dapat memesan langsung melalui media online atau toko-toko online maupun reseller.

mi ayam instan

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Mereka ialah Andi Prasetyo, Tri Kuncoro, Hery Setiawan, dan Tri Susandi. Tiga orang di antaranya yakni Andi Prasetyo, Tri Kuncoro, dan Hery Setiawan di sebuah rumah produksi di Selogiri, Wonogiri. Dengan merek mi ayam instan “Wonogiren”.

Mereka membagi tugas mengelola usaha, yaitu Andi Prasetyo sebagai marketing, Tri Kuncoro sebagai penanggung jawab peralatan, Hery Setiawan sebagai pengelola keuangan, dan Tri Susandi sebagai peracik atau pembuat mi dan bumbu.

mi ayam instan

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Hal yang membedakan mi ayam Wonogiri dengan daerah lain adalah bumbunya yang khas. Rahasia bumbu ini terletak pada racikan minyak ayam yang dibuat menggunakan minyak sayur, lada, jahe, ketumbar, kulit ayam serta bawang putih.

Pembuatan mi ayam instan Wonogiren ini terbilang simpel, namun harus memperhatikan daya tahan baik mi maupun bumbu yang menyertai. mi sehat karena tidak memakai campuran bahan pengawet, berupa boraks maupun formalin.

Pembuatan mi ayam Wonogiren ini masih semi tradisional, hanya mengandalkan mesin industri skala rumahan.

mi ayam instan

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo


Uniknya para pencetus ide ini mulai bereksperimen membuat mi ayam instan melalui YouTube. Mulai dari meracik bumbu instan, hingga memberikan topping ayam yang memakan waktu hingga 5 bulan. Sejak bulan Mei tahun 2020, mi ayam instan Wonogiren mulai dipasarkan. Hingga kini telah ada ratusan mitra dan marketplace yang memperdagangkan mi ayam instan khas Wonogiri ini.

Mi siap santap itu tahan disimpan selama sembilan hingga sepuluh bulan dari produksi. Oleh karenanya, mi khas Wonogiri itu cocok dikirim hingga ke luar pulau Jawa bahkan mancanegara. Mie ayam instan Wonogiren tersedia dalam 3 rasa, yakni original, mi ayam goreng, dan hot level. Mi ayam Instan Wonogiren dijual dengan harga berkisar antara Rp7.000,- hingga Rp9.000,- tergantung jenis sajian.

(mdk/Ibr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami