3 Fakta Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya, Mendagri Tegaskan Maknanya

3 Fakta Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya, Mendagri Tegaskan Maknanya
Bendera Merah Putih Membentang di Kali Ciliwung. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
JATIM | 15 Agustus 2022 07:10 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar imbauan untuk dikibarkan di bulan Kemerdekaan RI.

Pembagian Bendera Merah Putih, kata dia, juga menjadi simbol spirit memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

"Diharapkan seluruh rakyat Indonesia semakin kuat menjaga dan mempertahankan NKRI," tuturnya di sela Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (14/8/2022).

2 dari 4 halaman

Makna

Mendagri menjelaskan, program Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih sengaja digelar secara seremonial agar gemanya terdengar di masyarakat. 

Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih, imbuh dia, bukan sekadar bagi-bagi bendera untuk disimpan dan hanya dikibarkan di bulan kemerdekaan. 

"Tapi yang lebih dari itu adalah arti atau makna. Itu yang terpenting," ujarnya, dikutip dari Antara.

Tito Karnavian menceritakan perjuangan para pahlawan bertaruh nyawa di bawah ancaman desing peluru bangsa penjajah saat hendak mengibarkan Bendera Merah Putih. 

Peristiwa 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya, lanjut Tito, menjadi tonggak bangsa Indonesia bertahan dan merdeka hingga saat ini. 

"Diawali dari Perintah Presiden Soekarno pada 31 Agustus 1945 untuk mengibarkan Merah Putih mulai 1 September. Saat itu juga sekutu dari tentara Inggris datang diboncengi Belanda untuk kembali menjajah. Hingga peristiwa perobekan Bendera Belanda 19 September 1945 di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit)," terangnya.

Jika saat itu para pejuang mengibarkan Bendera Merah Putih dengan penuh perjuangan, kini bangsa Indonesia bisa melakukannya tanpa perlawanan siapapun. 

"Sekarang kita tinggal menikmati buah dari perjuangan para pejuang," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Seremoni

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh khofifah indar parawansa (@khofifah.ip)

 

Kemendagri menggelar seremoni Pembagian Bendera Merah Putih di tiga daerah, yakni Merauke, Banda Aceh, dan Surabaya.

"Merauke dipilih karena daerah paling ujung timur Indonesia, Banda Aceh paling barat, sedangkan Surabaya karena sarat dengan historis," ungkap Tito.

Pada seremoni Pembagian Bendera Merah Putih di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Mendagri didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis Bendera Merah Putih kepada perwakilan organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, dan organisasi kepemudaan tingkat provinsi.

Menurut Gubernur Khofifah, program pembagian bendera merupakan momentum strategis untuk memberi penguatan kepada rakyat tentang keutuhan bangsa.

4 dari 4 halaman

Program Pemprov Jatim

Sejak awal Agustus 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) sudah mencanangkan Program Pembagian 77 Ribu Bendera Merah Putih dan diikuti seluruh daerah se-Jatim.

"Ayo, Merah Putih kita kibarkan. Bentuk pola pikir Merah Putih, hati Merah Putih, gerakan Merah Putih," seru gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku bangga karena gerakan pembagian Bendera Merah Putih dapat memupuk semangat dan kecintaan masyarakat terhadap Merah Putih dan NKRI.

"Secara khusus, kehadiran Pak Mendagri dapat menumbuhkan semangat dan kebanggaan. Kami juga sudah mendapat arahan dari Ibu Gubernur Khofifah untuk terus bergerak agar seluruh warga memasang Bendera Merah Putih," ujarnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini