Intip Peluang Emas Petani Ubi Jalar di Jember, Bersiap Penuhi Permintaan Warga Jepang

Intip Peluang Emas Petani Ubi Jalar di Jember, Bersiap Penuhi Permintaan Warga Jepang
Ilustrasi ubi jalar. ©Pixabay
JATIM | 26 Juni 2022 10:59 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Program kemitraan bersama petani dari Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi mengembangkan tanaman ubi jalar.

Pengembangan ubi jalar itu membuka peluang pasar untuk diekspor ke negara Jepang karena permintaan negara itu cukup tinggi.

Untuk memenuhi permintaan pasar Jepang yang cukup menjanjikan, P4S melakukan kegiatan tanam perdana ubi jalar serentak di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

2 dari 3 halaman

Peluang Ekspor

ilustrasi ubi jalar

©2022 Merdeka.com/Dok. Kementan RI

Kegiatan tanam bersama ubi jalar di Kabupaten Jember diikuti 13 kepala dinas dan Inspektorat Provinsi Jawa Timur. 

Program ini merupakan wujud sinergi kebersamaan sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk menggalakkan potensi pertanian di provinsi setempat. 

Sementara itu, Ketua P4S Taruna Bhumi, HM Arum Sabil mengungkapkan, selama ini ubi jalar dipandang sebelah mata karena tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, komoditas pertanian itu menjadi pilihan bagi bangsa-bangsa yang selektif terhadap sumber makanan masyarakatnya, salah satunya negara Jepang. 

Oleh karena itu, kata dia, bangsa Indonesia harus memulai mengkampanyekan ubi jalar. Sekaligus membuka peluang ekspor komoditas pertanian yang kaya karbohidrat tersebut. 

3 dari 3 halaman

Harapan

ilustrasi ubi jalar
©2022 Merdeka.com/Dok. Kementan RI

Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Arif Suhariadi mengatakan, melalui program kemitraan ini perusahaan siap hadir sebagai pihak off taker bagi petani. Perusahaan siap menampung hasil panen ubi jalar dari petani sekaligus memberikan kepastian harga dan pasar. 

"Semoga melalui program kemitraan ini dapat menjadi cikal bakal kemajuan pertanian Kabupaten Jember," ujarnya, dikutip dari Antara.

Adapun varietas ubi jalar yang ditanam oleh para petani di Kabupaten Jember adalah varietas Benindo (Beniazuma Indonesia). Ubi jalar varietas ini banyak disukai masyarakat Jepang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, mengapresiasi program kemitraan ubi jalar dari P4S Taruna Bhumi. Menurut dia, program ini bisa membantu petani di bidang hilirisasi usaha. 

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini