Sehari Bisa Terjadi Tiga Kali, Ini Fakta Baru Gempa Magnitudo 5,3 di Jatim Selatan

Sehari Bisa Terjadi Tiga Kali, Ini Fakta Baru Gempa Magnitudo 5,3 di Jatim Selatan
Ilustrasi gempa bumi. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
JATIM | 12 Juni 2022 18:40 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Kabupaten Trenggalek dan Pacitan Jawa Timur dilanda bencana gempa bumi bermagnitudo 5,3 pada Minggu (12/6/2022) pagi sekitar pukul 06.55 WIB.

Menindaklanjuti bencana alam tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan terus memantau dampak gempa yang memiliki episentrum di selatan Kabupaten Trenggalek itu.

"Sejauh ini tidak ada (laporan) kerusakan berarti. Namun situasi masih terus kami pantau," ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko di Pacitan, Minggu (12/6).

2 dari 3 halaman

Imbau untuk Siaga

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh BMKG Juanda (@infobmkgjuanda)

Beruntung, tidak ada korban maupun kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut. Meski demikian, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan itu menginstruksikan seluruh elemen tanggap bencana di daerah setempat untuk siaga. 

Pihaknya mengimbau warga tidak panik, namun tetap waspa mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,60° LS, 111,41° BT atau berlokasi di laut pada jarak 23 km arah selatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur, pada kedalaman 103 km.

Sedangkan dari pusat Kota Pacitan, pusat gempa berada di 8.67 LS, 111.42 BT atau 64 km di sebelah tenggara daerah itu.

3 dari 3 halaman

Kawasan Rawan Gempa

ilustrasi gempa bumi
©Pixabay/Kiwi_Lisa

Gempa bermagnitudo 5,3 itu juga terasa hingga wilayah Blitar, Kediri, dan sekitarnya. Warga di Kabupaten Trenggalek dan Pacitan yang secara geografis dekat dengan titik gempa sempat panik.

Sebagian warga berhamburan keluar rumah mengantisipasi dampak kerusakan pada struktur bangunan tempat tinggal mereka. 

Sementara itu, menurut catatan BMKG, Kabupaten Pacitan cukup sering merasakan getaran gempa dengan magnitudo 3 hingga 5. Bahkan, dalam sehari rata-rata terjadi tiga kali gempa, seperti dilansir dari Antara. 

Erwin mengungkapkan, intensitas kegempaan di Kabupaten Pacitan cukup tinggi karena wilayah ini berdekatan dengan Lempeng Indoaustralia. 

"Hal yang wajar karena kita berada di kawasan rawan gempa. Oleh karena itu, kami imbau masyarakat tetap bekerja, beraktivitas seperti biasa," tuturnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini