Tanam Ganja di Lereng Semeru, Pria Ini Mengaku Konsumsi Sendiri untuk Obat Stroke

Tanam Ganja di Lereng Semeru, Pria Ini Mengaku Konsumsi Sendiri untuk Obat Stroke
Ilustrasi ganja. © Mdzol.com
JATIM | 7 September 2022 10:23 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Prayitno, warga Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Jawa Timur menanam ganja di lereng Gunung Semeru. Berdasarkan pengakuannya, ganja itu ia gunakan untuk konsumsi sendiri sebagai obat stroke.

Ratusan tanaman ganja milik pria berusia 58 tahun itu diketahui Tim Satresnarkoba Polres Malang.

"Pengungkapan ini merupakan hasil Operasi Tumpas Semeru. Kami mengamankan ratusan batang tanaman ganja yang ditanam di lereng gunung," jelas Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, Senin (5/9/2022).

2 dari 3 halaman

Obat Stroke

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFORMASI MALANG RAYA 🌐 INFO MLG (@informasi_malangraya)

Aparat Polres Malang mengamankan 6 batang pohon ganja ukuran besar, 42 batang pohon ganja tertanam ukuran sedang dalam polybag plastik, 67 batang pohon ganja ukuran kecil dalam polybag plastik. Selain itu, ada pula 90 polybag plastik berisi benih ganja dan 1 bungkus biji ganja dalam plastik transparan seberat 292 gram.

Prayitno mengaku menanam ganja di lereng Gunung Semeru bersama rekannya berinisial KSN. Tanaman ganja itu ia konsumsi sendiri dan sebagian digunakan KSN untuk pengobatan ibunya yang menderita stroke. 

“Nanamnya di belakang rumah. Dikonsumsi sendiri dan bersama KSN untuk pengobatan ibunya yang sakit stroke. Itu diseduh dengan air untuk dijadikan (seperti) minuman teh,” tutur Prayitno, mengutip dari akun Instagram @informasi_malangraya.

3 dari 3 halaman

Barang Bukti Lain

Sementara itu, dari tangan KSN, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni 1 poket ganja di bungkus plastik transparan seberat 441 gram, 27 batang tanaman ganja.

Kemudian, 1 kantong keresek warna putih berisi ranting tanaman ganja berisi 248 buah, 1 kantong kresek warna kuning berisi daun ranting tanaman ganja seberat 31 gram.

"Berdasarkan penyelidikan, selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil tanaman ganja yang ditanam PR dan KSN itu ternyata juga diedarkan dan dijual," ungkap KBO Satresnarkoba Polres Malang, Iptu Umarji.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini