Ingin Cantik Salah Kosmetik

Ingin Cantik Salah Kosmetik
KHAS | 25 Februari 2020 09:55 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Tiga bulan lalu. Sebuah iklan krim pemutih kulit di Instagram membuat Anne tergiur. Promosi yang dilakukan seorang selebgram wanita tersohor berkulit putih mulus itu membuat dia berangan tinggi. Ingin menjadi lebih sempurna dengan kulit lebih cerah. Padahal warna kulitnya termasuk sudah putih bersih sebagai perempuan muda.

Hasrat ingin tampil sempurna membuat Anne segera membeli produk krim pemutih tadi. Terutama untuk memperindah bagian dengkul agar terlihat lebih cerah. Tanpa pikir panjang, dia segera memesan. Merasa yakin produk itu aman lantaran promosi gencar dilakukan seorang selebgram.

Keyakinan memesan krim pemutih semakin kuat lantaran banyak komentar di media sosial merekomendasikan produk itu. Padahal tampilan produk polos tanpa keterangan detil bahan krim. Hanya tulisan keterangan 'dosis tinggi' dan tipe krim agar konsumen tidak salah waktu ketika menggunakan.

korban kosmetik ilegal

Kondisi kaki Anne usai memakai krim pemutih ilegal ©2020 Merdeka.com

Ketika barang pesanan tiba, rasa gembira menyelimuti mahasiswa 21 tahun itu. Setiap malam selama sepekan, krim itu dioleskan pada bagian dengkul. Sampai suatu pagi, bagian dengkul tampak banyak sisa kulit mati. Efek pemakaian pun mulai terlihat. "Dalam waktu seminggu saja, warna dengkulnya lebih cerah," kata Anne bercerita kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu.

Senang bukan kepalang Anne melihat perubahan pada kakinya. Membuatnya semakin percaya diri. Namun, krim belum habis. Masih tersisa kurang dari setengah botol berukuran kecil. Pemakaian rutin pun dilanjutkan.

Ketika krim sudah hampir habis, kejanggalan mulai terlihat. Timbul banyak strecth mark pada bagian belakang dengkul. Awalnya kondisi itu belum dianggap penting bagi Anne. Sampai dia menyadari bahwa keadaan kulitnya tidak biasa. Itu setelah ibunya mengingatkan tentang krim pemutih yang dia beli tempo hari.

Teguran sang ibu sempat tidak ditanggapi Anne dengan serius. Pikirannya masih positif. Apalagi yang mempromosikan produk kecantikan dilakukan seorang selebgram tersohor berparas cantik dan berkulit putih. Krim pemutih tetap dia pakai setiap malam.

Alih-alih ingin putih, stretch mark malah timbul semakin banyak. Anne baru percaya dengan omongan ibunya saat diperlihatkan unggahan seorang dokter kulit di Instagram. Dari informasi itu dia baru merasa kondisi kulit kakinya dalam keadaan serius.

1 dari 3 halaman

Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi sama persis dialami Anne. Bedanya dalam unggahan itu, korban krim pemutih abal-abal menggunakan lotion di sekujur kakinya, sedangkan Anne hanya menggunakan di dengkulnya saja.

"Tadinya aku mau pakai ke semua kaki dan tangan. Untung saja tidak jadi. Tidak terbayang jadi seperti apa. Ini saja aku sudah sangat malu," ujar Anne mengeluhkan kondisinya.

korban krim pemutih ilegal

Korban krim pemutih ilegal 2020 instagram dr Mita

Pada 13 Februari 2019, Dokter Spesialis Kulit Elsheskin Clinic, Jogjakarta, dr. Mita, Sp. Kk membagikan foto kondisi pasiennya yang menjadi korban dari krim pemutih abal-abal itu. Bahkan sekitar 30 persen pasiennya merupakan korban efek krim pemutih ilegal.

Pengalaman sebagai dokter, biasanya krim pemutih ilegal memberi iming-iming bisa memutihkan kulit dalam waktu seminggu. Padahal itu sangat mustahil. Karena biasanya buth waktu minimal 2 bulan untuk mencerahkan kulit. Itu pun harus tetap melindungi diri paparan sinar matahari.

2 dari 3 halaman

Biasanya, kata Mita, penyebab dari munculnya stretch mark di sekujur tubuh akibat efek krim abal-abal berasal dari kortikosteroid atau steroid. Secara medis itu merupakan obat legal yang perlu pengawasan dokter. Sehingga pemakaian untuk kulit tentu harus dilihat dari indikasi beberapa penyakit kulit tertentu.

"Bisa untuk psoriosis, impetigabulosa, dermatitis vulmurosis, dermatitis atopik (eksim) dan masih banyak penyakit kulit lainnya yang membutuhkan steroid," ujar dia.

Sebenarnya pemakaian krim kecantikan ilegal bukan kali pertama dilakukan Anne. Pada November 2018, dia pernah membeli sepaket skin care dijual seorang selebgram. Dalam promosinya mengatakan bahwa krim tersebut bisa memutihkan kulit dan diracik seorang dokter di Turki. Anne pun tergiur dengan kata-kata manis selebgram itu.

Bahkan banyak teman kuliahnya memakai produk skin care tersebut. Harga satu paketnya hampir Rp1 juta. Terdiri dari sabun cuci muka, cream malam, cream siang, toner, serum, dan jelly berwarna ungu. Harga satu produknya cukup mahal, sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

"Ya namanya juga wanita, kalau melihat ada orang cantik, putih terus dia memberitahukan produk yang ia pakai, ya pasti aku ingin pakai juga," ungkap Anne.

Setelah membeli satu paket skin care itu, tanpa pikir panjang Anne langsung mencobanya. Efeknya memang langsung dirasakan dalam waktu sepekan. Tetapi, bukan menjadi sempurna malah dirinya merasa bak buruk rupa. Itu ditandai dengan timbul banyak jerawat di muka. Lalu kulit wajahnya menjadi hitam. "Muka aku jadi jerawatan dan sangat gosong."

Anne sempat menanyakan kondisi itu pengelola akun skin care yang dipromosikan selebgram itu. Info yang didapat menyebutkan bahwa keadaan dialami Anne masih termasuk normal. Sebab itu efek dari pemakaiannya. Tidak yakin dengan perkataan admin tersebut, Anne pun memilih tidak melanjutkan pemakaian skin care tersebut.

Saat ini, Anne hanya menggunakan produk yang sudah ada izin dari BPOM. Belakangan bari disadari bahwa rangkaian skin care yang dibeli akibat promosi dari selebgram itu belum legal. Kini dia hanya bisa menyesal karena kurang bersyukur.

3 dari 3 halaman

Kecantikan Asli Wanita Indonesia

Survei online dilakukan ZAP Clinic terhadap 18 ribu wanita memperlihatkan 73 persen masih menganggap definisi cantik bila memiliki kulitnya cerah dan bersih. Sekitar 27 persen sisanya mengatakan bahwa definisi cantik itu ketika para wanita merasa bahagia, cerdas serta bisa melakukan berbagai hal diinginkan.

Bagi wanita Indonesia, definisi cantik sejak dulu merupakan berkulit langsat dan sawo matang. Dosen Sejarah Jawa Universitas Indonesia, Prapto Yuwono, mengatakan bahwa penggambaran kecantikan wanita pada masa lampau, justru memiliki bentuk tubuhnya berisi. Itu bisa dilihat pada berbagai relief candi.

Sedangkan warna kulit, sejak zaman kerajaan semua raja di Jawa menggambarkan bahwa wanita berkulit sawo matang. Meskipun pada akhir abad ke 18 dan 19, para pujangga menulis tentang kecantikan seorang selir dan para putri raja digambarkan berwarna kuning langsat atau lebih mirip kuning gading.

Menurut dia, warna kuning langsat atau kuning gading merupakan efek lulur memakai kunyit. Cara perawatan itu umum dilakukan istri dan para selir raja. "Sehingga dari warna asli kulitnya mungkin sawo matang karena efek lulur kunyit jadi berubah warna menjadi kuning langsat atau kuning gading," ucap Prapto.

Seorang beauty vloger Indonesia, Rachel Goddard, menganggap bahwa definisi wanita cantik harus putih memang sudah menjadi pakem bagi masyarakat luas. Keinginan untuk tampil lebih sempurna pun pernah dirasakan dia. Bahkan sempat memiliki keinginan untuk suntik putih.

Itu dikarenakan banyak risak dialami ketika masih duduk di bangku sekolah. Ditambah lagi beragam tayangan televisi ketika itu lumayan memberi persepsi bahwa cantik harus putih. Seperti digambarkan model iklan.

rachel goddard

Rachel Goddard2020 Merdeka.com/dok. rachel goddard

"Ingat sekal, waktu kecil pernah tonton iklan body lotion. Jadi ada dua orang wanita, yang satu kulitnya gelap dan yang satu putih. Yang pakai body lotion itu kan kulitnya jadi putih, dia yang lebih disukai sama banyak pria," ungkap wanita 30 tahun itu kepada merdeka.com. Kini sudah 1 juta pengikutnya di akun Instagram pribadinya.

Di tahun 2020 ini, sudah banyak produk kecantikan sadar bahwa warna kulit orang Indonesia itu beragam. Cara pandang itu diharapkan bisa mengubah pemikiran konvensional bahwa cantik harus berkulit putih bersih.

"Cantik itu ketika merasa aura kebaikan dan aura positif dalam diri bisa menular ke orang-orang sekitar. Bisa berdampak positif dengan lingkungan sekitar," ucap dia. (mdk/ang)

Baca juga:
Tumbal Krim Pemutih Abal-Abal
Untung Segunung Bisnis Skin Care Ilegal
Polisi Bongkar Produksi Kosmetik Ilegal di Bandung Beromzet Rp35 Juta per Bulan
BBPOM Bandung Musnahkan Kosmetik hingga Obat Herbal Berbahya Senilai Rp4,9 Miliar
Buka Salon Kecantikan Ilegal di Jakarta, Dua WNA China Ditangkap
Pembuat Kosmetik Oplosan di Samarinda Diciduk, Dijual hingga ke Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami