Cerita Toyota Kijang Innova versi Listrik, Engineer Lokal Terlibat dari Nol

Cerita Toyota Kijang Innova versi Listrik, Engineer Lokal Terlibat dari Nol
Mobil Listrik Inova. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo
OTOMOTIF | 4 April 2022 15:45 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - PT Toyota-Astra Motor (TAM) cukup mengejutkan publik otomotif Indoneia dengan memperkenalkan mobil konsep berbasis battery vehicle electric (BEV).

Menariknya, BEV tersebut menggunakan mobil keluarga andalan Indonesia, yakni Toyota Kijang Innova.

Meski hanya dipajang satu hari saat pembukaan IIMS Hybrid 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (31/3), kemunculan Kijang Innova BEV tetap saja mencuri perhatian.

Anton Jimmi Suwandhy, Direktur Marketing TAM, menjelaskan Kijang Innova BEV memang belum diproduksi untuk tujuan komersial, tapi mobil ini telah melewati tahap quality and safety assurance pengecekan internal.

"Meski mobil konsep, Kijang Innova BEV kami tunjukkan bisa dikendarai. Toyota Kijang Innova EV Concept mengukuhkan komitmen Toyota Indonesia mendukung kebijakan pemerintah untuk program percepatan pengembangan industri kendaraan listrik nasional,"ujar Anton saat jumpa pers secara daring, pekan lalu.

Sejauh ini Toyota Kijang Innova EV Concept adalah mobil dengan merek nasional pertama yang dirancang sepenuhnya menggunakan listrik sebagai sumber daya penggerak (power engine).

Tapi mengapa Toyota memilih Kijang Innova di proyek BEV perdananya?

Anton menjelaskan, Toyota Kijang Innova --dulu hanya Toyota Kijang, adalah produk otomotif legendaris di Indonesia. Tahun ini kebetulan bertepatan dengan ulang tahun ke-45 merek Kijang Innova.

Kemudian, mobil ini telah mengalami transformasi di pasar, dari mobil niaga sederhana di awal 1970-an hingga menjadi mobil keluarga menengah-atas pada tahun ini.

"Kijang Innova sangat terkenal di Inonesia sehingga kami rasa cocok untuk menjadi model BEV perdana,"jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, Toyota Kijang punya komponen lokal tinggi, yakni 83 persen.

2 dari 2 halaman

Engineer Indonesia Terlibat Dalam

mobil listrik inova

©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Menariknya, selama pengembang Kijang Innova BEV ini, mayoritas engineer Indonesia banyak terlibat baik engineer yang berada di Toyota Indonesia maupun Toyota Thailand. Partisipasi aktif ini menjadi pengalaman sangat bagi mereka, karena terlibat langsung sejak awal dan tidak menerima produk jadi dari Jepang atau Thailand.

"Dikembangkan selama setahun, tujuan pengembangan model ini antara lain untuk mengetahui pengembangan sumber daya manusia untuk EV, engineer-nya, dan komponen-komponen model BEV terutama pasokan komponen lokal," ucapnya.

Anton mengakui, meski hanya satu hari dipamerkan di IIMS Hybrid 2022, pihaknya mendapat banyak masukan dan respons. Alhasil, ruang diskusi model ini menjadi sangat terbuka.

Toyota Kijang Innova EV Concept memperlihatkan keseriusan Toyota Indonesia dan Toyota Motor Corporation (TMC) untuk menggarap industri mobil listrik.

Sejak 2015 Toyota telah mengumumkan apa yang dikenal sebagai iniasitif Toyota Environmental Challenge 2050. Antara lain bertekad mencapai target Zero CO2 Emission pada 2050 atau yang disebut juga "carbon neutral".

Untuk mencapai itu, Toyota memang menggunakan pendekatan agak berbeda. Dengan prinsip Mobility Hapiness for All, Toyota menggunakan pendekatan "multipathway approach".

Artinya, tidak fokus hanya pada satu cara, sehingga pabrikan otomotif terbesar di Indonesia ini mengembangkan berbagai teknologi kendaraan listrik, seperti hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), battery electric vehicle (BEV) bahkan fuel cell electric vehicle (FCEV), selain terus menyempurnakan efisiensi penggunaan BBM pada kendaraan berteknologi ICE.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami