Rifat Sungkar: Jangan Telat Ganti Oli, Ini Batas Toleransinya yang Aman

Rifat Sungkar: Jangan Telat Ganti Oli, Ini Batas Toleransinya yang Aman
Ilustrasi ganti oli. ©2018 Merdeka.com
OTOMOTIF | 30 September 2021 08:54 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Rifat Sungkar, pebalap nasional dan brand ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, kembali memberikan tips terkait perawatan mobil. Setelah berbagi tips soal bahan bakar minyak beberapa waktu lalu, kini Rifat terbuka soal pelumas atau oli.

Pelumas atau oli ini sangat penting untuk mendukung performa mobil kesayangan Anda. Salah pakai oli atau terlambat menggantinya,kinerja mesin mobil Anda akan bermasalah atau kemungkinan mogok di jalan. Apalagi kala pandemi, mobil untuk menjadi pilihan utama sebagai alat transportasi untuk bekerja.

Sebelum membagikan tips-nya, Rifat menjelaskan kendaraan bermotor memiliki beberapa jenis pelumas, seperti pelumas mesin, pelumas rem, pelumas transmisi dan gardan serta pelumas power steering. Masing-masing pelumas punya tugas dan peran penting untuk menunjang kinerja kendaraan seperti pelumas mesin.

Yang sederhana, untuk menjaga performa mobil kesayangan Anda, penggantian oli berdasarkan jarak tempuh (km) atau periode waktu.

“Mobil Mitsubishi punya multi-information display (MID) yang selalu memberikan peringatan atau reminder kepada pemilik kendaraan supaya melakukan perawatan berkala termasuk penggantian oli,” ujar Rifat dalam jumpa pers daring bersama Mitsubishi Motors Indonesia, kemarin (29/9).

Menurut Rifat, khusus mobil yang digunakan setiap hari, penggantian oli mesin atau transmisi sangat disarankan sesuai dengan petunjuk jadwal waktu pabrikan. Misalnya per 10.000 km atau setiap 6-12 bulan.

Bagaimana kalau lupa atau telat dari jadwal?

"Jujur saja, tolerasinyta tidak bisa terlalu lama. Sampai berapa toleransinya yang paling aman, kalau saya 10 persen. Jadi kalau biasanya per 10.000 km diganti, kalau lupa, maksimal 11.000 km. Karena setelah itu kualitas oli akan menurun sangat cepat. Ketika sudah mencapai 10.000 kilometer, biasanya tingkat fiskositas oli berkurang. Kerekatan komponen dan struktur juga berkurang sehingga kelicinannya berkurang. Fracture rusak dan oli kondisinya menguap. Jadi kita harus pintar memilih antara jadwal dan jarak tempuh kilometer," jelasnya.

Ayah dua anak ini juga menjelaskan perbedaan penggantian pelumas untuk kendaraan bertransmisi manual dan otomatis.

Penggantian oli transmisi manual harus menganti semua oli. Sedangkan pada transmisi otomatis ada oli gearbox dan oli cadangan. Sehingga untuk penggantian oli mobil transmisi otomatis membutuhkan dua-tiga kali flushing ganti oli secara keseluruhan.

new mitsubishi xpander rockford fosgate black edition 2021
©2021 Merdeka.com

Pelumas Rem

Yang agak sulit dipantau secara awam adalah pelumas rem. Karena kita tidak tahu indikatornya karena posisi selangnya sulit dilihat. Maka saran Rifat adalah biasakan membuat jadwal penggantiannya. Misalnya setiap 2 tahun atau 20.000 kilometer.

Kalau minyak rem berkurang, jangan happy dulu atau tambahkan saja. Caranya tidak begitu. Berkurang itu tanda kebocoran dan harus cek sekelilingnya. Atau mungkin ini indikasi kampas rem sudah menipis. Itu indikator juga buat ganti kampas rem, kata Rifat.

"Bila ingin meningkatkan performa rem mobil Anda, maka pilihlah pelumas rem yang hi grade. Rekomendasi mobil Mitsubishi adalah DOT 3 dan sesuai standarisasi Amerika. Namun, kita biasanya suka naik ke DOT 5 atau 6. Kalau saya, jangan dinaikkan, karena DOT yang tinggi biasanya buat high performance. Jadi ini cara yang salah, DOT tinggi itu lebih cair, jadi titik didih juga berbeda," pungkas Rifat.

(mdk/sya)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami