Mengenal energi panas dan caranya 'bergerak' melalui berbagai media

PENDIDIKAN | 20 Juni 2016 13:00 Reporter : Dewi Ratna

Merdeka.com - Pernahkah kamu tak sengaja memegang air yang sedang mendidih? Panasnya tentu sangat menyengat, dan bisa bikin kulitmu melepuh. Panas adalah suatu jenis energi. Segala sesuatu melepaskan energi panas, termasuk tubuhmu, peralatan masak, api, dan matahari. Temperatur mengukur seberapa panas suatu benda. Ada beberapa skala temperatur. Pada skala Celcius, air membeku pada 0 derajat Celcius dan mendidih pada 100 derajat Celcius.

Temperatur setiap benda berbeda-beda. Bintang-bintang di angkasa bersinar dengan warna yang berbeda-beda, tergantung seberapa panas suhunya. Bintang-bintang paling panas mengeluarkan cahaya biru-keputihan, sementara bintang-bintang yang lebih dingin kelihatan kemerah-merahan. Matahari juga adalah bintang, yang terdekat dari Bumi.

Panas dapat bergerak dalam bentuk gelombang tak kasatmata yang disebut radiasi. Dengan cara inilah panas dari matahari bisa mencapai bumi. Gelombang panas bisa bergerak melalui konduktor. Logam merupakan konduktor (pengantar panas) yang baik. Energi dari atom-atom yang bergerak cepat pada bagian-bagian panas sebuah benda logam bergerak lebih perlahan pada bagian-bagian yang lebih dingin. Ini menghangatkan bagian-bagian yang lebih dingin.

Lalu, dapatkah panas bergerak melalui udara? Tentu saja bisa, tapi dengan cara yang berbeda. Arus yang bersirkulasi terbentuk pada saat materi yang lebih panas bergerak pergi dan benda yang lebih dingin menggantikannya. Udara juga bisa menghantarkan panas, meskipun nggak secepat konduktor yang berupa logam.

Nah, itulah beberapa fakta penting tentang energi panas. Setelah membaca artikel ini, tentu kamu lebih banyak tahu tentang bentuk energi panas dan caranya menyebar. Panas bumi, tubuh, matahari, besi, dan benda-benda lain memang berbeda. Apakah kamu bisa menyebutkan berbagai sumber energi panas selain bintang yang ada di angkasa? (mdk/iwe)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.