2 Tahun Pandemi, Kemenkes Nilai Penting Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan

2 Tahun Pandemi, Kemenkes Nilai Penting Kolaborasi dan Penguatan Layanan Kesehatan
jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/liputan6
NEWS | 3 Maret 2022 06:47 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Indonesia memasuki dua tahun pandemi Covid-19 pada Rabu (2/3) kemarin. Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia telah menghadapi banyak tantangan dalam dua tahun terakhir.

Di antaranya, melewati beberapa gelombang pandemi akibat varian baru Covid-19, seperti varian Alpha, Delta dan Omicron yang sampai saat ini masih merebak.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan banyak pelajaran yang diambil selama Indonesia menghadapi dua tahun pandemi Covid-19. Pertama, pentingnya kolaborasi.

"Tidak mungkin Kemenkes mampu bekerja sendirian menangani pandemi ini. Kita harus inklusif dan bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk para ahli, media, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan instansi pemerintah lintas sektor," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (3/3).

Pentingnya kolaborasi ini termasuk dalam mempercepat laju vaksinasi Covid-19. Hingga Rabu (2/3), vaksinasi dosis 1 sudah diberikan kepada 190.979.676 atau sekitar 91,70 persen penduduk dan vaksinasi dosis 2 telah disuntikkan kepada 144.565.875 setara dengan 69,41 persen penduduk.

2 dari 2 halaman

Sementara itu, vaksinasi dosis lanjutan (booster) sudah diberikan kepada 10.249.634 atau sekitar 4,92 persen penduduk. Selain kolaborasi, Nadia melihat pandemi menunjukkan pentingnya penguatan layanan kesehatan hingga ke daerah-daerah.

"Penguatan layanan kesehatan tentunya sangat krusial di masa pandemi, terutama layanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat yang berada di pelosok daerah," ucapnya.

Sepanjang pandemi, Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan di seluruh Tanah Air untuk memastikan layanan kesehatan mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sejumlah hasil positif dari strategi penguatan layanan kesehatan ialah menurunnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit secara nasional menjadi 33 persen dari data sehari sebelumnya mencapai 34 persen. Selain itu, jumlah kesembuhan juga meningkat menjadi 42.935 dibanding hari kemarin di posisi 39.887.

Positivity rate harian juga mengalami penurunan menjadi 12,24 persen dibanding Senin (28/2) di angka 18,21 persen. Pemeriksaan spesimen ikut menguat, pada Selasa (1/3) lalu kembali ke level 438.751 setelah sebelumnya pada Senin (28/2) menurun ke angka 276.215 karena libur peringatan Isra’ Mikraj.

Meski demikian, Nadia kembali mengingatkan peran penting masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Dia menegaskan, pandemi Covid-19 belum usai sehingga kerja sama pemerintah dan masyarakat harus terus diperkuat.

"Sudah banyak keberhasilan yang kita peroleh selama 2 tahun ini, namun kami masih butuh bantuan dan dukungan masyarakat. Menjalankan protokol kesehatan dan melengkapi vaksinasi agar kita dapat segera mencapai minimal 70% dari total target vaksinasi nasional," tutupnya.

Baca juga:
Tempat Tidur di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Terisi 37 Persen
RI Menuju Endemi Covid-19, BIN Percepat Vaksinasi di Wilayah 4T Bengkulu
Tekan Penularan Covid-19, 1.000 Warga Tangerang Selatan Divaksinasi Booster
Pemerintah Diminta Perbaiki Sistem Kesehatan untuk Beralih ke Endemi Covid-19
Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Tunggu Keputusan Kemenkes

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami