3 Prajurit Gugur Ditembak KST, Panglima TNI Pastikan Tak Tambah Personel ke Papua

3 Prajurit Gugur Ditembak KST, Panglima TNI Pastikan Tak Tambah Personel ke Papua
Jenderal TNI Andika Marah Ada Iuran di Lembaga Pendidikan. Liputan6 ©2021 Merdeka.com
NEWS | 29 Januari 2022 16:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengevaluasi kinerja anak buahnya usai insiden gugurnya tiga anggota TNI AD oleh kelompok separatis teroris (KST) di Gome, Kabupaten Puncak, Papua. Andika berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Ketiga jenazah prajurit Yonif 408/SBH yang gugur akibat ditembak KST yaitu Serda Rizal, Prada Baraza, dan Pratu Rahman.

"Kalau dari pihak kami TNI, tidak ada lagi korban yang timbul atau jatuh akibat tindakan-tindakan kami, atau tindakan TNI. Bahkan tidak melakukan tindakan-tindakan pidana yang memang melanggar hukum nasional, Negara Republik Indonesia," kata Andika kepada wartawan usai meninjau lokasi insiden di Papua, seperti dikutip dalam siaran pers diterima, Sabtu (29/1/2022).

Andika menjelaskan, insiden di Kabupaten Puncak adalah tindakan melawan hukum. Serangan yang diterima TNI adalah tindakan pembunuhan dari beberapa oknum masyarakat. Meski demikan, Andika menegaskan tidak akan menambah personel untuk memperkuat penjagaan di lokasi insiden.

"Jadi, menyangkut tentang apa langkah selanjutnya, sudah saya lakukan untuk kesekian kalinya, tapi semakin detail, semakin menggunakan dua insiden terakhir sebagai bahan evaluasi. Untuk penambahan pasukan tidak ada, tetap menggunakan mereka yang bertugas di sana untuk melakukan tugas-tugas Kodim dan Koramil," tambah Panglima TNI.

Panglima TNI memastikan, prajurit TNI tidak menggunakan cara kekerasan dan selalu melakukan pola komunikasi sosial dengan semua masyarakat.

"Prajurit TNI juga mengajarkan dan menyampaikan bahwa bagaimana mereka membangun, bagaimana mereka hidup bekerja dan menyekolahkan anak-anak. Jadi sama halnya seperti yang kita lakukan di provinsi-provinsi lain, begitu juga bagaimana kita TNI membantu masyarakat untuk hidup lebih baik lagi," Panglima TNI menandasi.

2 dari 2 halaman

Jenazah Tiga Prajurit Dibawa ke Daerah Asal

Jenazah tiga prajurit TNI yang gugur di wilayah Kabupaten Puncak, Papua, dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, Jumat (28/1). Sebelum diterbangkan, ketiga jenazah dilepas di Aula Mayonif R 754/ENK, Timika.

"Selanjutnya ketiga jenazah prajurit TNI, Almarhum Serda M Rizal Maulana Arifin, Almarhum Pratu Tuppal Halomoan Baresa, dan Almarhum Pratu Rahman Tomilawa, dibawa menuju Bandara Timika untuk diterbangkan menuju kampung halaman masing-masing," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga.

Jenazah Serda M Rizal Maulana Arifin diberangkatkan dari Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika menuju Bandung pada pukul 07.00 WIT menggunakan pesawat Batik Air, dengan rute penerbangan Timika-Jayapura-Makassar-Bandung.

Kemudian, jenazah Pratu Tuppal Halomoan Barasa diberangkatkan dari Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika menuju Jambi pukul 07.02 WIT menggunakan pesawat Batik Air tujuan Jambi via Jakarta.

"Sedangkan untuk jenazah Almarhum Pratu Rahman Tomilawa direncanakan akan diberangkatkan menuju Ambon via Makassar pada pukul 17.30 WIT menggunakan pesawat Batik Air. Namun karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan sehingga ditunda sementara. Direncanakan pesawat akan mencoba lagi menuju Timika setelah cuaca membaik," jelas Aqsha.

Baca juga:
Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman
Mahfud Pastikan Wilayah Indonesia Timur Aman Usai Bentrokan dan Penembakan
VIDEO: Kesedihan Panglima Andika Perkasa saat 3 Prajurit TNI Tewas Diserang KKB
Mahfud MD Bicara Kondisi di Papua: Aman Terkendali, Tak Ada Motif SARA
VIDEO: Tiga Prajurit TNI Tewas Akibat Kontak Senjata dengan KSB Papua

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami