Ahli Minta Satgas Tak Bohongi Masyarakat Sebut Nonton Bioskop Tingkatkan Imunitas

Ahli Minta Satgas Tak Bohongi Masyarakat Sebut Nonton Bioskop Tingkatkan Imunitas
Ilustrasi bioskop. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Karramba Production
NEWS | 26 Agustus 2020 16:19 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuka kembali bioskop dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengaku sudah mempertimbangkan beberapa hal terkait rencana ini.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pembukaan bioskop bisa meningkatkan imunitas tubuh masyarakat. Dengan menonton bioskop, maka masyarakat akan bahagia sehingga otomatis imun akan naik.

"Imunitas masyarakat bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental, fisik dari para penonton juga ditingkatkan. Bioskop salah satu kontributor untuk itu dalam rangka menghadapi Covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/8).

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan tidak ada bukti konkret yang menunjukkan dengan menonton bioskop maka imunitas tubuh akan meningkat. Pandu khawatir pernyataan Satgas tersebut disalahartikan oleh masyarakat.

Menurutnya, Satgas Covid-19 tidak perlu mengatakan hal itu karena apa yang dikatakan Satgas menurutnya merupakan pembohongan publik.

"Tidak benar itu. Dibuka ya dibuka saja tapi tidak usah bohongi masyarakat. Tidak ada bukti soal itu. Kalau begitu, tidak usah makan (bergizi), tidak usah minum vitamin. Kan kalau ke bioskop, imun bisa meningkat," ujar Pandu saat dihubungi merdeka.com, Rabu (26/8).

Pandu menambahkan, yang terpenting adalah pemerintah tetap harus menekankan kewaspadaan di masyarakat bila bioskop kembali dibuka.

"Itu artinya, seakan-akan pemerintah bilang 'Nontonlah bioskop, berlomba-lomba lah ke bioskop. Nanti akan meningkatkan imunitas'. Enggak boleh gitu, enggak etis. Jadi tetap harus hati-hati. Walaupun sudah diizinkan, 3M tetap dipraktikkan," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Pemprov DKI Jakarta sempat bimbang terkait rencana pembukaan bioskop. Sebelumnya, Pemprov DKI pernah mengeluarkan Surat Keterangan (SK) yang mengizinkan bioskop boleh dibuka, kemudian SK itu direvisi dan bioskop tidak jadi dibuka.

Pandu menilai, sebenarnya saat ini merupakan saat di mana Indonesia perlu mempertahankan ekonomi. Indonesia sedang berada pada masa survival. Sehingga bagaimana caranya agar perekonomian Indonesia tidak anjlok. Salah satu caranya yaitu dengan membuka kembali segala sektor perekonomian. Termasuk tempat hiburan dan wisata.

"Jadi orang masih bisa buka usaha tapi tetap ingat 3M. Sekarang kita jangan mengejar pertumbuhan ekonomi, kita mempertahankan ekonomi supaya tidak mundur lagi. Itu saja. Sekarang bagaimana bisa survive saja deh. Sekarang kan zaman survival," ujarnya

Dia optimis bahwa penularan Covid-191 bisa dikendalikan meskipun beberapa tempat hiburan bisa dibuka. Namun dengan syarat, seluruh masyarakat bisa menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Jadi ini bukan masalah tepat atau tidak tepat, tapi kalau dibuka kembali ya protokolnya harus benar-benar bisa diterapkan. Penularan ini bisa dikendalikan kalau semuanya menerapkan 3M. 3M itu jadi prasyarat pembukaan," ujarnya.

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini