Asap di Aceh Semakin Pekat, Petugas Bagikan Masker ke Warga

PERISTIWA | 23 September 2019 18:07 Reporter : Afif

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) membagikan lima ribu masker untuk pengendara di Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (23/9). Ini dilakukan mengingat kabut asap mulai menyelimuti seluruh Aceh akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Sumatera.

"Hari ini terparah, kemarin sepertinya belum begitu terpapar kali asapnya, tapi hari ini semakin pekat, makanya kita bagikan masker sebanyak lima ribu," kata Kepala Bidang Seksi Kedaruratan BPBA Muhammad Syarif di lokasi pembagian masker.

Masker dibagikan oleh pegawai BPBA kepada setiap pengendara yang berhenti di lampu merah. Petugas juga membantu memasang masker tersebut kepada warga yang melintas.

Kata Syarif, sebaran kabut asap akibat Karhutla mulai menyelimuti seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Pihaknya juga sudah mengirim bantuan sebanyak 10 ribu masker setiap daerah.

Syarif mengaku, berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), daerah yang berbatasan dengan Sumatera Utara terparah diselimuti kabut asap, karena sangat berdekatan dengan lokasi kebakaran.

"Yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa cukup parah sekarang terpapar kabut asap. Bahkan jarak pandang hanya 100 sampai dengan 400 meter," tukasnya.

Bahkan sebutnya, laporan yang diterima BPBA di Aceh Timur sudah ada yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pihak BPBD di sana sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat agar masyarakat yang terpapar bisa segera ditangani.

"Kita minta BPBD berkoordinasi dengan puskesmas setempat agar masyarakat yang terpapar bisa segera ditangani di puskesmas setempat," ujarnya.

Syarif juga mendapat informasi kabut asap mulai selimuti pantai barat Selatan hingga ke Kabupaten Simeulue. Jarak pandang di pulau terluar itu sekarang hanya berkisar 500 meter.

Selain itu Syarif juga mengingatkan nelayan agar tidak terlalu jauh melaut untuk sementara waktu. Ia sarankan bila hendak mencari ikan radiusnya sekitar 3 kilometer dari pantai. Termasuk diimbau agar nelayan Aceh tidak masuk ke perairan Selamat Malaka.

"Karena kita takutkan apabila sampai ke perairan samudera nanti ada lalu lintas kapal besar bisa menyebabkan musibah bagi mereka. Diimbau jangan masuk ke perairan Selat Malaka," pintanya.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Firdaus meminta pemerintah setempat agar tanggap dan bereaksi cepat mengatasi dampak negatif kabut asap selimuti Aceh Timur.

"Ini perlu pemerintah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi paparan kabut asap tersebut sebelum ada jatuh korban," kata Firdaus.

Baca juga:
Pemprov Jambi Gratiskan Biaya Rumah Sakit Warganya yang Menderita ISPA
Udara di Medan Tidak Sehat, Masyarakat Harus Pakai Masker Saat Keluar Rumah
Terkendala Kabut Asap, Helikopter Milik TNI Belum Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
Kabut Asap Makin Parah, Gubernur Riau Tetapkan Darurat Pencemaran Udara
Citilink Batal Berangkat Akibat Asap, Ratusan Penumpang Minta Uang Kembali
BNPB Sayangkan Banyak Satgas Karhutla Gunakan Peralatan di Bawah Standar

(mdk/cob)