Bareskrim Ambil Sampel Tanah Selidiki Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Bareskrim Ambil Sampel Tanah Selidiki Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan
PERISTIWA | 17 Februari 2020 16:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri mengambil sampel tanah terpapar radioaktif di Perum Batan Indah Kecamatan Setu, Serpong, Tangerang Selatan. Sampel tanah itu diambil penyidik Bareskrim guna menyelidiki penyebab wilayah tersebut terkontaminasi radioaktif.

"Bareskrim dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Tertentu juga melakukan penyelidikan bersama untuk mengetahui penyebab terjadinya satu area yang terpapar radio aktif jenis CS-137," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Menurut Asep, penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Bareskrim telah mengamankan beberapa bahan dan sample tanah dari hasil olah TKP. "Dilakukan selanjutnya penyelidikan terhadap bahan-bahan tersebut, dan juga penyebab, dan juga mengapa daerah tersebut terpapar radioaktif jenis CS-137," ujar dia.

Sejauh ini, kepolisian masih melakukan pengamanan area yang terkontaminasi radioaktif. Petugas juga mengimbau warga agar tidak mendekati kawasan tersebut.

"Kemudian tadi terkait dengan dampak, yang jelas bahwa ini kan radioaktif, termasuk bahan yg memberikan implikasi kpd lingkungan. Paling tidak sekarang areanya sudah ditutup, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pendekatan. Semuanya nanti kita akan tunggu hasil daripada penyelidikan ini," kata Asep.

1 dari 2 halaman

Alasan Polisi Turunkan Gegana Saat Pemeriksaan TKP Radioaktif

Tim Gegana Polda Metro Jaya sempat diturunkan untuk memeriksa langsung kadar radioaktif di tanah kosong Perumahan Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, ada alasan khusus kenapa polisi menurunkan Tim Gegana di kasus limbah radioaktif tersebut.

"Jadi Gegana ini, pasukan dari Korps Brimob itu khusus Datasement E memiliki kemampuan kimia, biologi, dan radioaktif. Jadi dia sangat match dan kerjasama dengan Batan-nya ketemu. Karena ini yang diselidiki adalah radioaktif. Jadi Gegana punya alat untuk mendeteksi itu," tutur Asep.

Menurut Asep, Gegana terbiasa menangani aksi terorisme yang sarat menggunakan bahan peledak. Untuk itu, penanganan zat kimia hingga kontaminasi radioaktif semacam itu merupakan spesialisasi tim tersebut.

"Jadi sekali lagi keterlibatan Gegana seperti itu," jelas Asep.

Sebelumnya pada Minggu 17 Februari 2020, Tim Gegana ke lokasi dengan mengenakan pakaian tudung atau pelindung diri berwarna hitam, dan masker muka lengkap dengan kacamata antiradiasi. Sebanyak enam petugas Gegana, turun ke tanah kosong tersebut.

Mereka juga membawa alat pengukur radiasi, untuk mengukur ulang paparan radiasi akibat zat celsium atau Cs-137 tersebut.

Petugas menyisir sejak 10 meter dari 5 spot yang terpapar, kemudian menyisir hingga lokasi spot tersebut. Selang 5-10 menit, petugas Gegana menyelesaikan tugasnya.

Menurut Kepala Biro Hukum, Kerja sama dan Komunikasi Publik BAPETEN, Indra Gunawan, bukan hanya Tim Gegana turun tangan untuk memastikan kembali keamanan tersebut.

"Jadi BAPETEN dan yang menurunkan petugas dari bidang Kimia, Biologi dan Radioaktif atau KBR," ujarnya.

Indra mengatakan, untuk mencegah terjadi isu merebak kemana-mana, maka diperlukan koordinasi lebih lanjut.

"Institusi lain seperti Brimop KBR itu support ke tim kami, untuk melakukan hal-hal tindak lanjut, setelah olah barang bukti, bisa dilakukan oleh tim teknis BATAN, kita ingin segera dapat hasilnya," kata Indra.

2 dari 2 halaman

Polisi Belum Temukan Keterlibatan Teroris Dalam Kasus Radioaktif

Polisi turut melakukan penyelidikan terkait temuan kandungan radioaktif di tanah kosong Perumahan Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sejauh ini, belum ditemukan indikasi keterlibatan teroris.

"Tidak seperti itu ya (ada keterlibatan teroris)," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Menurut Asep, pihaknya bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

"Hasil olah TKP kemarin kami mengamankan beberapa sample tanah untuk dilakukan penyelidikan terhadap bahan tersebut dan penyebab kenapa daerah tersebut terpapar radioaktif," jelas Asep.

Sebelumnya, Badan Tenaga Nuklir (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah mengumpulkan 82 drum tanah yang terpapar radioaktif Cesium atau Cs-137, dari tanah kosong Perumahan Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Total hampir seratus drum, atau 82 drum. Masing-masing drum berukuran 100 liter," ujar Kepala Humas dan Kerjasama Batan Heru Umbara, Minggu 16 Februari 2020.

Pengumpulan tanah tersebut berawal dari 11 Februari 2020. Saat itu dikeruk dan dimasukan ke dalam 5 drum khusus. Lalu berlanjut di 12 Februari mengumpulkan sebanyak 20 drum, pada 13 Februari terkumpul 23 drum.

Lalu, pada 14 dan 15 Februari proses pengerukan atau clean up dihentikan sementara lantaran ada kegiatan warga di perumahan tersebut. Barulah proses pengerukan dilanjutkan pada hari ini, 16 Februari 2020.

"Untuk hari ini dilakukan oleh 4 tim. Tim pertama mengeruk sebanyak 12 drum, lalu tim 2 sebanyak 15 drum, terakhir sebelum hujan tim 3 dan 4 mengangkut sebanyak 7 drum," ujar Heru.

Harusnya, bila tidak hujan, Batan dan Bapeten menargetkan akan mengangkut sebanyak 100 drum. Namun proses pengerukan tersebut dihentikan lantaran hujan turun lebat.

"Rencananya besok akan dimulai sama seperti tadi, jadi kumpul di sini 08.30, dan kerja lagi," ujar Heru.

Keseluruhan drum tersebut langsung dibawa ke Batan di daerah Puspitek Serpong yang berjarak sekitar 3 kilometer. Lalu, tim gabungan tersebut akan menggelar rapat evaluasi mengenai pengerjaan tersebut.

Sementara, serbuk cesium 137 yang ditemukan diawal, sudah tersimpan khusus. Sebab nantinya, serbuk tersebut akan menjadi barang bukti penyelidikan kepolisian.

Sebab ada dugaan pelanggaran pembuangan limbah radioaktif dengan sengaja di tengah-tengah permukiman warga tersebut. "Barang bukti ini kan punya resiko bahaya sendiri, jadi harus diletakan di lab khusus milik Batan," kata Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama Bapeten Indra Gunawan.

Seharusnya, lanjut Indra, proses penyelidikan tidak berlangsung lama. Namun, selama apapun, barang bukti tersebut akan tetap tersimpan aman tanpa membahayakan orang.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/gil)

Baca juga:
9 Warga Perum Batan Indah Tangsel Diperiksa Terkait Paparan Radiasi
Klarifikasi Penemuan Limbah Berbahaya, BAPETEN Akan Lakukan Pembersihan
87 Drum Berisi Tanah dan Vegetasi Dibawa ke Tempat Sementara Limbah Radioaktif
Tim Teknisi KBR Brimob Cek Paparan Radioaktif di Batan Indah Tangsel
Batan dan Bapeten Bersihkan Area Terpapar Radioaktif di Setu Tangsel
Pembersihan Tanah Terpapar Radioaktif di Perumahan Batan Indah
Hari Ini, Bersih-bersih Area Terpapar Radioaktif di Setu Tangsel Dilanjutkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami