Begini Cara Kerja Kamera ETLE di Tol dan Alur Urus Tilang Elektronik

Begini Cara Kerja Kamera ETLE di Tol dan Alur Urus Tilang Elektronik
Kamera Tilang Elektronik ETLE. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 6 April 2022 10:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan cara kerja tilang elektorik yang mulai berlaku di Tol. Tilang elektronik tol yang menyasar pelanggar batas kecepatan maksimum dan kelebihan muatan di tol mulai berlaku Jumat (1/4).

Polda Metro Jaya memanfaatkan kamera guna memantau pengendara. Kamera untuk memonitor batas kecepatan terpasang di enam lokasi. Sementara, kamera untuk memantau batas muatan terpasang di dua lokasi.

Kamera secara otomatis merekam kendaraan yang melanggar batas kecepatan maksimal maupun muatan kendaraan. Hasil tangkapan dalam bentuk gambar akan dikirimkan ke back office ETLE di TMC.

Nantinya, petugas di kantor ETLE TMC bakal menganalisis tiap gambar untuk dilampirkan dalam berkas surat penilangan. Namun, tak semua gambar dinyatakan laik.

"Kita lihat foto capture-an itu memenuhi standar sebagai alat bukti tidak. Kameranya jelas, pelat nomornya jelas, pelat nomornya sesuai dengan data kita," ujar dia kepada wartawan, Rabu (6/4).

Sambodo menyebut, gambar yang lolos verifikasi maka akan tersambung langsung dengan database kendaraan yang dimiliki Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Sambodo menyampaikan, selanjutnya akan dilihat batas kecepatan kendaraan yang tergambar. Semisal melebihi kcepatan 100 kilometer/per jam maka langsung diterbitkan surat konfirmasi.

"Kita print untuk surat konfirmasi," ujar dia.

Surat konfirmasi akan diserahkan ke PT POS pada hari berikutnya supaya segera dikirimkan ke alamat pelanggar. Menurut catatannya, setiap hari ada 500 sampai 600 surat.

"Itu diambil PT POS dikirim ke alamat masing-masing," ujar dia.

Pelanggar diberikan waktu tujuh hari lamanya untuk melakukan konfirmasi. Terhitung sejak surat itu diterima oleh pelanggar.

"Setelah sampai diterima oleh si masyarakat maka masyarakat punya waktu 7 hari untuk melakukan konfirmasi. Di surat yang diterima masyarakat ada lembar konfirmasi," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Cara Urus Tilang Elektronik

Pelanggar dalam melakukan konfirmasi, bisa melalui online maupun datang langsung ke posko ETLE yang ada di kantor Subdit Bin Gakkum Pancoran, Jaksel. Adapun sanksi tilangnya berupa denda dengan besaran Rp 500 ribu.

"Kalau memang betul maka bila dia melakukan konfirmasi akan diberikan kode briva namanya. Dari kode itu dia tinggal datang ke ATM atau dia bayar maka kemudian proses tilang dianggap selesai," terang dia.

Sementara itu, proses tilang dianggap selesai apabila pelanggar tak melaporkan atau tidak konfirmasi.

"Atau setelah konfirmasi dia tidak membayar dendanya maka STNKnya akan diblokir jadi dia tidak bisa diapa-apain. Nanti ketika yang bersangkutan bayar pajak maka pajaknya akan ditambahkan dengan denda dari pelanggaran tersebut," ujar dia.

Sambodo menegaskan, sistem ETLE tidak tebang pilih. Penindakan berlaku untuk semua jenis kendaraan.

"Tidak ada pelat dewa, semua. Kan mau dia RFS RFD mau apa kan kita punya databasenya kendaraan ini pelat aslinya berapa nah yang punya pelat aslinya kita kirimkan," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi (mdk/ray)

Baca juga:
Dirlantas Polda Metro Ungkap Kendala Penilangan atas Kecepatan Maksimum di Tol
Polisi: 10 Perusahaan Kerap Langgar Batas Muatan Selama Uji Coba Tilang ETLE di Tol
3 Hari ETLE di Tol, Kakorlantas Polri Klaim Budaya Berkendara Lebih Baik
2.191 Pelanggar Lalu Lintas Tertangkap Kamera ETLE di Kota Medan
Ini 21 Titik Kamera ETLE Pelanggar Batas Kecepatan & ODOL di Tol Trans Jawa-Sumatera

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini