Bertemu Sultan HB X, KPK Ingatkan Slogan "Tahta untuk Rakyat"

Bertemu Sultan HB X, KPK Ingatkan Slogan "Tahta untuk Rakyat"
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 30 Juni 2022 23:33 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - KPK menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dengan Muspida di DIY, Kamis (30/6). Rapat yang digelar di Kantor Gubernur DIY itu dihadiri Sultan HB X bersama wali kota dan bupati se-DIY serta anggota legislatif.

Dalam rapat itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sempat menyinggung masalah slogan "Tahta untuk Rakyat". Slogan itu dilontarkan ayah Sultan HB X yaitu Sultan HB IX.

Ghufron mengatakan slogan "Tahta Untuk Rakyat" ini harus diresapi seluruh pemimpin di DIY dalam bekerja melayani masyarakat. Slogan itu harus dijadikan pegangan agar pejabat di DIY tidak tergiur pada tindakan korupsi.

"Semangat yang kami ingin revitalisasi sebagaimana semangat dari Sri Sultan HB IX, 'Tahta untuk Rakyat'. Warga DIY, anda punya teladan. Mari kita kembalikan semangat antikorupsi 'Tahta untuk Rakyat' dengan komitmen melayani rakyat," kata Ghufron.

"Ketika semangatnya menyelenggarakan keuangan publik untuk kepentingan rakyat, motivasi dan komitmennya untuk rakyat, saya yakin tidak ada korupsi. Tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun penerimaan gratifikasi, suap maupun pemerasan," lanjut Ghufron.

2 dari 3 halaman

Rakyat Bersatu dengan Penguasa

Ghufron juga menyinggung pula tentang makna filosofis dari bangunan Tugu Yogyakarta yaitu Golong Giling. Filosofi itu yaitu "Manunggaling Kawulo lan Gusti" atau bersatunya rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan dan bersatu semua golongan.

Melalui slogan-slogan yang ada di DIY, Ghufron meminta semua jajaran Pemda DIY, baik Gubernur hingga anggota legislatif, untuk menjalankan tugasnya untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok.

Ghufron menerangkan KPK merupakan partner dari pemerintah daerah yang ingin menjalankan visi untuk menyejahterakan masyarakat. Dia memastikan KPK siap mendampingi, mengarahkan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menutup celah terjadinya korupsi di daerah-daerah.

3 dari 3 halaman

Sultan HB X Apresiasi KPK

Sementara Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan saat ini sudah saatnya pemerintah steril dari segala bentuk tindakan korupsi.

Sultan HB X juga mengapresiasi KPK yang terus bekerja keras melakukan edukasi terkait pencegahan korupsi kepada masyarakat. Sultan HB X menilai langkah KPK ini sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kasus-kasus korupsi.

"Seluruh masyarakat harus dibekali pengetahuan akan bahaya laten korupsi dan pencegahannya. Edukasi sejak dini dan berkelanjutan akan menyelamatkan bangsa ini dari bahaya korupsi. Kegiatan ini bisa dijadikan momentum memerangi korupsi secara intensif untuk membangun bangsa yang beradab dan bermartabat," ungkap Sultan HB X.

(mdk/yan)

Baca juga:
Giliran OSO dan Pengurus DPP Hanura Dibekali Edukasi Antikorupsi oleh KPK
KPK Pilih 10 Calon Desa Antikorupsi 2022, Ini Daftarnya
Kisah Asmara Perwira Polri Brotoseno, Taklukan Hati Angie dan Penyanyi Tata Janetta
Fakta Baru Korupsi Dana BOS Kota Probolinggo, Begini Akhir Nasib Kepala Disdikbud
Tak Melulu Soal Uang, Begini Penerapan Budaya Antikorupsi pada Sekolah di Jateng
Kasus Korupsi Pembangunan Pasar, Pejabat Disperindag Kota Tangerang Ditahan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini