Bocah Delapan Tahun di Tanjung Balai Diperkosa saat Beli Jajan

Bocah Delapan Tahun di Tanjung Balai Diperkosa saat Beli Jajan
ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com
NEWS | 10 Agustus 2022 13:24 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Bocah perempuan yang masih berumur delapan tahun di Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, menjadi korban pemerkosaan saat sedang membeli jajanan di warung, Minggu (7/8) kemarin. Pelaku pemerkosaan itu adalah DSM (25) yang notabene pedagang warung di mana korban membeli jajanan.

Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai, AKP Eri Prasetiyo, mengatakan pemerkosaan itu dilakukan pelaku di rumahnya.

"Sekitar pukul 18.00 WIB, sewaktu korban membeli jajan di kedai pelaku," katanya, Rabu (10/8).

Kemudian, korban diajak ke kamar oleh pelaku. Saat itu pelaku memerkosa korban.

"Setelah peristiwa tersebut korban menceritakan kepada ibunya. Dia mengeluh sakit pada perutnya dan perih di kemaluannya," ungkap Eri.

Tidak terima atas perbuatan pelaku, ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polres Tanjung Balai.

"Penangkapan terhadap pelaku dilaksanakan Senin (8/8) kemarin. Pelaku mengakui perbuatannya dan selanjutnya dia dibawa ke Mapolres Tanjung Balai untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," ucap Eri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Ayat (2) subsider Pasal 82 Ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 atas Perubahan Kedua UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga:
Tak Pernah Pulang, Siswi SMP di Bogor Dicabuli Teman Dekatnya
Pemuda Perkosa Anak Dibawa Umur di Hotel Banda Aceh, Korban Diancam Pakai Pisau
Remaja di Lamongan Diperkosa Mantan Pacar hingga Hamil, Lapor Polisi Didampingi Suami
Tidak Dicover BPJS, Anak Korban Pencabulan Dirujuk ke RS Labuang Baji
Seorang Pria Nekat Rudapaksa Bocah di Semak-Semak Dekat Rumah
Pelajar SMP Diduga Cabuli Anak SD, Keluarga Pelaku Diusir

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini