Covid-19 Melonjak Lagi di Depok, Kasus Harian Lampaui 100

Covid-19 Melonjak Lagi di Depok, Kasus Harian Lampaui 100
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
NEWS | 30 Juni 2022 21:27 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Jumlah kasus Covid-19 di Kota Depok meningkat dalam dua pekan terakhir. Bahkan angka kasus harian ini sudah di atas 100.

"Tren kenaikan terjadi dua minggu terakhir, kemarin sudah di atas 100 dan ini memang trennya terjadi kenaikan," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis (30/6).

Dia memperkirakan kenaikan kasus ini dipengaruhi kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Namun, sejauh ini baru orang terindentifikasi BA.5 di Depok.

"Dimungkinkan tadi sub varian baru BA.4 dan BA.5 karena peningkatannya cukup tinggi dalam satu dua minggu ini," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Aktivitas Masyarakat Kembali Normal

Selain itu, kenaikan kasus harian juga dipicu karena mulai normalnya aktivitas masyarakat di ruang terbuka. Kerumunan sudah terlihat lagi di ruang-ruang publik, padahal warga seharusnya tetap harus disiplin menjaga jarak.

"Kegiatan masyarakat sudah seperti normal dulu, misal kegiatan kerumunan, aktivitas sosial, sudah seperti biasa. Makanya perlu kewaspadaan jaga jarak yang saat ini sudah seperti biasa," tukasnya.

Pihaknya terus mengimbau agar masyarakat memperketat protokol kesehatan. "Kita sudah menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada prokes karena saat ini kegiatan sudah hampir seperti biasa," katanya.

Terkait warga yang terpapar BA.5, kata dia, sejauh ini jumlahnya masih empat orang. Namun tidak tertutup kemungkinan bertambah, karena tidak semua kasus positif diikuti pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS).

"Tidak semua diperiksa WGS-nya, karena harus memenuhi standar tertentu. Apakah (kenaikan kasus harian) ini memang pengaruh subvarian baru, kita belum tahu, karena yang terdeteksi baru empat orang," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kenaikan Kasus Terjadi di Jawa Barat

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri menambahkan, kenaikan kasus juga terjadi di Jawa Barat dan wilayah aglomerasi Jakarta, seperti Depok, Bogor dan Bekasi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk antisipasi kapasitas rumah sakit jika terjadi lonjakan tinggi. "Nah muncul juga di Kota Bandung. Nah Pak Gubernur mengamanahkan kepada kota-kota yang terjadi peningkatan kasus untuk antisipasi rumah sakit isoter," jelasnya.

Lokasi isoter di Depok saat ini ada di Rumah Sakit Anugrah Sehat Afiah (ASA) atau RSUD bagian timur. Isoter akan diperpanjang hingga tiga bulan lagi.

Sejauh ini Pemkot Depok akan memaksimalkan sarana yang telah ada dan belum ada rencana membuka kembali isoter di lokasi lain. Sebelumnya, lokasi isoter Kota Depok ada di Wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI.

"Sekarang isoman yang di UI dipindah ke RS ASA jadi isoter. Sementara kita antisipasi di satu wilayah dulu di Rumah Sakit ASA karena itu milik pemerintah, kalau di UI kita harus kerja sama. Mungkin akan dibuka lagi kalau angkanya melonjak," pungkasnya.

(mdk/yan)

Baca juga:
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini 30 Juni 2022
52 Persen Kasus Covid-19 di AS karena Varian Omicron BA.4 dan BA.5
Covid Kembali Melonjak, Prancis Minta Warga Pakai Masker di Luar Ruangan
Empat Obat Dapat Izin untuk Terapi Covid-19, Publik Bisa Cek Informasi di Halo BPOM
Menkes: Jakarta Sebentar Lagi Sampai Puncak Omicron BA.4 dan BA.5
Dua Warga Depok Terpapar Subvarian Omicron, Satu Pasien masih Isolasi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini