Diduga Lahannya Diserobot, PTPN VIII Buat 27 Laporan Polisi

Diduga Lahannya Diserobot, PTPN VIII Buat 27 Laporan Polisi
Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 30 Januari 2021 01:32 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Polda Jabar menerima 27 laporan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengenai dugaan penyerobotan lahan. Para terlapor berlatar belakang perusahaan hingga individu ini diduga menguasai lahan atau sertifikat hak guna usaha (HGU) untuk membangun beragam jenis bangunan.

Pelaporan disampaikan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Lahan yang menjadi masalah berada di tiga desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dalam satu hamparan HGU, yakni Sukaresmi, Citeko dan Desa Kuta.

Kuasa Hukum PTPN VIII, Ikbar Firdaus mengatakan kliennya memiliki Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) di Megamendung dengan nomor 274, 294, 299, dan 300. Selama ini sertifikat itu telah digunakan diduga secara ilegal untuk pendirian perumahan, perkebunan bahkan pesantren.

Ada beberapa lahan yang berada di dekat pesantren milik Rizieq Syihab. Luas lahan yang dikuasai para terlapor rata-rata menguasai hampir 20 hektare milik PTPN.

"Perorang bisa hampir 20 hektar, ada yang 4 hektar ada yang 3 hektar gitu, tapi rata-rata memang menonjol," kata dia di Mapolda Jabar, Jumat (29/1).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menjelaskan pelaporan ditujukan baik untuk perusahaan maupun individu yang diduga menggunakan lahan PTPN VIII, meski tak disebut secara detil.

"Ada yang digunakan untuk perumahan, ada perkebunan dan ada juga yang digunakan tempat ibadah maupun pesantren. (Terlapornya) iya, perusahaan dan individu," kata dia.

"Sekarang penyidik sedang melakukan pendalaman nanti akan ada beberapa yang dimintai keterangan baik itu dari perusahaan atau orang-orang yang telah diberikan somasi oleh PTPN," katanya.

(mdk/rhm)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami