Dijanjikan Rp200 Juta, Ini Detik-Detik Polisi Tembak Petugas Dishub Makassar

Dijanjikan Rp200 Juta, Ini Detik-Detik Polisi Tembak Petugas Dishub Makassar
Rekonstruksi kasus penembakan petugas Satpol PP Makassar. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 20 Mei 2022 13:15 Reporter : Ihwan Fajar

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar melanjutkan rekonstruksi pembunuhan petugas Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang oleh mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, M Iqbal Asnan. Dalam rekonstruksi hari kedua, dilakukan di Jalan Danau Metro Tanjung Bunga Makassar yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) penembakan terhadap Najamuddin.

Rekonstruksi di Jalan Danau Metro Tanjung Bunga menunjukkan tersangka Chaerul Akmal yang merupakan anggota Polri membuntuti Najamuddin usai bertugas mengatur lalu lintas di Centre Point of Indonesia (CPI). Saat berada di depan Masjid Cheng Hoo Metro Tanjung Bunga, tersangka Chaerul yang menggunakan jaket ojek online (ojol) memepet korban.

Saat mendekati korban, Chaerul akhirnya menembak korban dengan senjata api (senpi) jenis revolver dengan tangan kiri. Usai menembak, korban tumbang dari motornya.

Setelah menembak korban, pelaku sempat menengok ke belakang untuk memastikan Najamuddin telah tewas. Selanjutnya, Chaerul membuka jaket ojol dan langsung membuangnya di Tanggul Patompo yang jaraknya sekitar 3 kilometer (km) dari lokasi penembakan.

rekonstruksi kasus penembakan petugas satpol pp makassar
©2022 Merdeka.com

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald T Simanjuntak mengatakan dalam rekonstruksi pembunuhan setidaknya ada 28 adegan yang sudah dilakukan dan akan dilakukan. Dari 28 adegan tersebut, terdapat delapan titik tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada 28 adegan yang akan kita laksanakan dan akan kita laksanakan di delapan titik lokasi," kata dia.

Reonald merinci untuk TKP di depan Masjid Cheng Hoo Makassar, terdapat empat adegan saat tersangka Chaerul menembak Najamuddin. Empat adegan tersebut mulai dari Chaerul membuntuti korban hingga mengeksekusi korban dengan senjata revolver.

2 dari 2 halaman

"Di TKP penembakan, ada empat adegan di mana tersangka memepet korban, melakukan penembakan, korban jatuh dan setelah tersangka memastikan korban meninggal dan melarikan diri," sebutnya.

Dalam rekonstruksi, Reonald juga meralat pernyataan Kapolrestabes Makassar, Kombes Budhi Haryanto yang menyebut eksekutor adalah Sulaiman. Ia menegaskan yang melakukan penembakan terhadap korban adalah Chaerul.

"Iya, CH (Chaerul) yang menembak korban," tuturnya.

rekonstruksi kasus penembakan petugas satpol pp makassar
©2022 Merdeka.com

Selain itu, dalam rekonstruksi tersebut juga terungkap penyerahan uang sebesar Rp90 juta dari anak buah Muh Iqbal Asnan, Muh Asri kepada Sulaiman. Reonald menyebut untuk melakukan eksekusi Najamuddin Sewang, Iqbal menjanjikan uang Rp200 juta.

"Dijanjikan Rp200 juta, namun dibayarkan baru Rp90 juta, itu di luar Rp20 juta pertama untuk operasional," bebernya.

Reonald juga mengungkapkan uang sebesar Rp20 juta digunakan oleh tersangka Sulaiman untuk membeli motor dan senpi dari e-commerce.

"Itu untuk beli motor dan senpi. Makanya nopolnya tidak sesuai aslinya," kata dia.

Selain itu, Reonald mengungkapkan pertemuan Sulaiman dengan Chaerul di kosnya. Di sana Sulaiman menyerahkan jaket ojol dan senpi kepada Chaerul. (mdk/cob)

Baca juga:
Eks Kasatpol PP Rencanakan Eksekusi Petugas Dishub Makassar di Balai Kota
Polisi Segera Gelar Rekonstruksi Kasus Penembakan Petugas Dishub Makassar
Ini Peran Lima Tersangka Pembunuhan Petugas Dishub Makassar
Fakta Baru: Dua Polisi Bantu Iqbal Asnan Eksekusi Petugas Dishub Makassar
VIDEO: Eksekutor Penembak Petugas Dishub Makassar Ternyata Anggota Brimob
Rencana Pembunuhan Petugas Dishub Makassar sejak 2020, Pernah Sewa Dukun

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini