Epidemiolog Sebut Membiarkan Pandemi Jadi Endemi Bukan Langkah Tepat

Epidemiolog Sebut Membiarkan Pandemi Jadi Endemi Bukan Langkah Tepat
Vaksinasi menjadi salah satu langkah pengendalian Covid-19. ©2021 AFP/Juni Kriswanto
NEWS | 3 Oktober 2021 06:02 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman angkat suara terkait potensi perubahan pandemi Covid-19 menjadi endemi. Menurut dia, membiarkan Covid-19 menjadi endemi bukanlah strategi yang tepat.

Dicky menjelaskan, fakta ilmiah tentang perkembangan Covid-19 selama dan setelah infeksi (long Covid) semakin menunjukkan bahwa Covid-19 tidak sama dengan flu.

"Jadi sangat tidak tepat jika kita menganggap ini akan seperti flu dalam artian dampaknya, kesamaannya antara lain dalam potensi Covid-19 menjadi endemi seperti halnya flu," ungkap dia kepada merdeka.com, Sabtu (2/10).

"Namun, ini pun tidak atau bukan pilihan solusi yang tepat, karena pemikiran membiarkan Covid menjadi endemi akan memiliki banyak dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan juga kualitas SDM suatu bangsa," lanjutnya.

Indonesia, tegas dia, harus menggalang kerja sama semua elemen masyarakat dengan untuk mengendalikan Covid-19. "Sekali lagi, ini bukan flu. Karena flu tidak menyebabkan kerusakan organ dan tidak juga memiliki dampak jangka panjang," urai dia.

Pengendalian virus penyebab Covid-19 harus dilakukan melalui pelaksanaan 3T sebagai langkah deteksi. Sementara langkah pencegahan dijalankan lewat pelaksanaan 5M dan vaksinasi. Dengan demikian, Indonesia akan bisa mencegah dampak buruk jangka pendek dan panjangnya.

"Sekali lagi, membiarkannya menjadi endemi bukanlah rencana yang tepat, meski itu akan terjadi secara alami hingga nanti hanya ada strain yang relatif tidak berbahaya, misalnya seperti flu biasa. Saat ini kita harus melawannya dengan vaksinasi dan tindakan pencegahan penularan yang tampaknya akan harus kita lakukan setidaknya selama satu dekade," tandas dia. (mdk/yan)

Baca juga:
Pejabat di Garut Gelar Tablig Akbar hingga Pesta Ultah, Warga Minta Diperlakukan Sama
Epidemiolog: Puncak Gelombang 3 Pandemi Terjadi Awal Januari 2022
Bandara Soetta Temukan Penumpang WNA Positif Covid-19, Belum Ada Varian MU
Khofifah: Kesaktian Pancasila Modal Bangkit dari Pandemi Covid-19
Tutup 15 Sekolah karena Siswa Positif Covid-19, Langkah Pemkot Tangerang Dipuji

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami