Epidemiolog: Varian Omicron 500 Persen Lebih Menular dari Varian Awal Covid-19

Epidemiolog: Varian Omicron 500 Persen Lebih Menular dari Varian Awal Covid-19
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman. ©2020 Merdeka.com/dokumen pribadi
NEWS | 27 November 2021 10:47 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Badan kesehatan dunia WHO mencantumkan mutasi virus varian B 1.1.529 atau disebut Omicron, sebagai virus berbahaya. Berdasarkan kalkulasi kasar epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, persentase penularan varian Omicron 500 persen jika dibandingkan dengan virus asal Wuhan.

"Kalau hitungan kasarnya, varian ini bisa sampai 500 persen atau 5 kalinya dari varian virus liar di Wuhan," katanya dalam rekaman audio yang dikutip pada Sabtu (27/11).

Cepatnya penularan varian Omicron, dia mengungkapkan, banyak virus berada pada tubuh seseorang cukup lama. Selama itu pula, virus telah bermutasi dengan ragam varian, hingga akhirnya melahirkan mutasi dengan varian sangat kuat daya penularannya.

"Akan sangat lama virus itu akan diam bermutasi dalam tubuh, dan itu memberikan kesempatan kecepatan mutasi yang banyak sehingga lahir satu varian dari sekian mutasi. Yang terjadi probabilitas akan timbul satu varian yang akhirnya super," jelasnya

Kondisi tersebut diperberat saat WHO mengonfirmasi mutasi varian Omicron berasal dari Afrika Selatan yang memiliki banyak kasus immunocompromised, orang-orang yang memiliki masalah imun.

ÔÇťAfrika adalah negara yang memiliki banyak kasus immunocompromised, masalah imunitas yang dalam hal ini banyak menderita HIV AIDS," jelasnya.

Varian Omicron pun diyakini bukan turunan dari mutasi virus varian Delta. Dari pengamatan Dicky dan beberapa referensi menduga varian Omicron muncul akibat rendahnya kapasitas testing, tracing, treatment, upaya pencegahan, dan tingkat vaksinasi di satu wilayah.

Berdasarkan hitungan kasar ini, Dicky memprediksi pada 2022 seluruh dunia menghadapi kompleksitas masalah kesehatan cukup tinggi. Ia pun meminta Indonesia mengetatkan akses pintu masuk negara dengan cara memastikan seseorang negatif saat tes PCR, menerapkan masa karantinta yang tepat.

Baca juga:
753 Pengunjung Datangi TMII untuk Rekreasi dan Olahraga Pagi Ini
Bepergian di Libur Natal dan Tahun Baru Wajib Kantongi Surat Keluar Masuk
Wagub DKI Minta PA 212 Pertimbangkan Pandemi Covid-19 di Jakarta
Jubir Covid-19 Minta Gereja Sediakan Ibadah Natal dari Rumah
217 Ribu Personel Polri Amankan Operasi Lilin Nataru
Polri Sebut Masyarakat Ingin Mudik Saat Libur Nataru Capai 70 Persen

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini