Fadli Zon soal Mak Susi jadi Tersangka: Masa Orang Membela Kemudian Dipersalahkan

PERISTIWA | 4 September 2019 17:44 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Polda Jawa Timur telah menetapkan Tri Susanti atau Mak Susi tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong dalam kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak mengenal Susi namun siapapun yang melanggar hukum harus ditindak.

"Saya tidak membela (Tri Susanti). Saya mengatakan siapapun yang melanggar hukum. Tapi kalau ada orang di sana, ada oknum yang melakukan pelecehan terhadap merah putih dan orang itu membela kan itu artinya nasionalis," kata Fadli saat ditemui usai acara The 3rd World Parliamentary Forum On Sustainable Development (WPFSD) yang bertempat di Hotel Patra Jasa, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (4/9)

Fadli juga menjelaskan, bahwa bendera merah putih harus tetap dijaga dan yang yang melecehkan harus dicari dan dihukum.

"Bendera kita, harus kita jaga. Jadi mereka yang melecehkan bendera merah putih itu harus dicari, itu harus di hukum sesuai dengan aturan yang ada. Mereka yang melakukan ujaran rasialisme juga harus dihukum. Intinya itu," ujarnya.

Saat ditanya, mengenai status Tri Susanti yang kini menjadi tersangka, Fadli menjelaskan bahwa hal tersebut masih disidik oleh pihak kepolisian.

"Itu kan nanti disidik, kita lihat (dulu) dong. Saya tidak tahu, saya tidak kenal juga dia (dan) juga bukan pengurus (di Gerindra) dan tidak ada urusannya itu. Masyarakat yang punya kecintaan kepada merah putih, juga jangan sampai nanti mereka disalahkan, mau cari kambing hitam, gitu loh," ujarnya.

"Nanti kalau tidak ada lagi membela merah putih bagaimana. Asal muasal sebab musababnya itu, ada bendera merah putih dipatahkan dilempar ke got. Kan itu asal muasalnya," sambung Fadli.

Fadli juga menjelaskan, jika ada masyarakat yang membela merah putih jangan disalahkan. Namun, jika ada ujaran rasialisme itu memang salah dan harus di hukum.

"Masa orang membela itu kemudian dipersalahkan. Tapi kalau ujaran rasialisme saya kira itu memang salah kan jelas itu, memang harus dihukum. Silahkan disidik siapa yang melakukan itu," ujar Fadli.

Seperti yang diberitakan, pihak kepolisian menetapkan Tri Susanti sebagai tersangka atas kasus ujaran Bernada Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) serta penghasutan dan atau Hoaks. Dia merupakan salah satu koordinator lapangan (korlap) yang ikut menggeruduk asrama mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya, Jawa E pada 16 Agustus 2019 lalu. (mdk/bal)

Baca juga:
Mak Susi dan ASN Tersangka Kasus Rasial di Asrama Mahasiswa Papua Ditahan
Polisi Tahan Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua
Hingga Malam Ini, Mak Susi Korlap Aksi Asrama Mahasiswa Masih Diperiksa Polisi
Mak Susi Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua Bantah Lakukan Ujaran Kebencian
Mak Susi Korlap Aksi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Penuhi Panggilan Polisi
Sakit, Mak Susi Mangkir Pemeriksaan Kasus Rasisme Asrama Mahasiswa Papua

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.