Ingin Bertemu Plt Gubernur Aceh, Massa Demonstran Coba Tembus Barisan Polisi

PERISTIWA | 10 April 2019 17:44 Reporter : Afif

Merdeka.com - Massa dari berbagai universitas di Banda Aceh masih bertahan dan mulai memasuki pekarangan kantor Gubernur Aceh. Massa meminta kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk menemui mereka dan menyampaikan komitmen menolak operasional PT Emas Mineral Murni (PT EMM).

Peserta sebelumnya berada di luar pagar kantor Gubernur Aceh sejak pagi. Namun setelah salat asar, massa kembali merapatkan barisan dan tensi semakin memanas. Lalu massa mencoba mendobrak barisan pengamanan dari Satpol PP dan Polisi. Sehingga nyaris ricuh, massa sempat melempar air mineral ke arah polisi.

Namun petugas mundur, massa merengsek ke halaman kantor Gubernur Aceh. Setelah sampai ke halaman kantor, peserta aksi berbaris dan memegang tangan masing-masing. Setelah berorasi beberapa saat, agar Nova Iriansyah hadir di depan mereka.

Sebelum masuk ke halaman kantor Gubernur, Massa dibagi dua laki-laki berdiri paling depan dan perempuan diminta untuk di barisan paling belakang. Setelah semua massa aksi yang pria berada dalam pekarangan kantor Gubernur, massa diminta untuk duduk.

Sejurus kemudian, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Triyanto menemui massa. Di hadapan peserta aksi, Trisno menyebutkan sudah berusaha untuk menjumpai Nova Iriansyah, tetapi hingga sekarang belum bisa ketemu.

"Saya juga barusan pulang dari Hermes. Saya juga kepingin, karena ini betul kepentingan masyarakat. Ini kami bersama juga ingin memperjuangkan itu. Saya akan tunggu lagi di Hermes dan saya akan bertemu beliau (Nova Iriansyah)," kata Trisno Triyanto, Rabu (10/4).

Trisno tak lama berbicara depan umum. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan sepakat memperjuangkan kepentingan masyarakat. "Saya juga sepakat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Tapi saya minta tenang, percuma kita melakukan yang melanggar hukum," ungkapnya.

Sementara itu seorang orator, Wahidun meminta kepada peserta aksi untuk bersabar. Tetap satu komando dan tidak melakukan anarkis. Dia juga meminta agar massa tetap duduk, tidak ada yang berdiri dan tetap tenang.

"Sebenarnya kita butuh kepastian, kita akan tunggu kehadiran Pak Plt," imbuhnya.

Aksi kali ini dilakukan yang keenam kali, menuntut agar perusahaan tambang PT EMM agar hengkang dari Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya. "Kita menuntut agar PT EMM dicabut izin di Beutong, ini yang harus kita perjuangkan," ungkapnya.

Hingga sekarang massa aksi masih bertahan halaman kantor. Ribuan demonstran duduk sambil berorasi. Sedang polisi dengan pakaian antihuru-hara tetap berjaga. (mdk/cob)

Baca juga:
Protes Tambang, Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur Aceh
China Mau Investasi Rp 14 T di Kaltim, Mahasiswa Menolak Pemda Tunggu Kajian
Demo Tolak Pabrik Semen di Samarinda Ricuh, Batu hingga Busur Beterbangan
Aksi Mahasiswa Kampanye Keselamatan Lalu Lintas di Thamrin
Puluhan Mahasiswa di Pekanbaru Desak Polisi Tuntaskan Kasus Korupsi PDAM Inhil
Demo Tolak Pabrik Semen di Kutai Timur Ricuh, Wartawan dan Polisi Dikeroyok Massa

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.