Ini Caranya Pasien Omicron Tak Bergejala Terima Paket Obat dari Kemenkes

Ini Caranya Pasien Omicron Tak Bergejala Terima Paket Obat dari Kemenkes
Ilustrasi virus Omicron. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 15 Januari 2022 18:58 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan paket obat untuk mengurangi pasien varian Omicron tak bergejala dirawat di Rumah Sakit. Terlebih, transmisi lokal kini sudah terjadi dan paling banyak di DKI Jakarta.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan soal isi paket obat-obatan buat pasien Omicron tak bergejala. Paket obat untuk pasien tidak bergejala berisi Vitamin dan obat batuk. Juga demam bila diperlukan

"Paket tidak bergejala. Vitamin dan obat batuk dan demam bila diperlukan. Kalau bergejala ditambah fapiviravir, penggunaan molnupiravir akan diberikan sesuai indikasi dokter," ujar dia kepada Merdeka.com, Sabtu (15/1).

Terkait teknis pemberian paket tersebut, dapat melalui sejumlah cara. Paket obat bisa diperoleh dari layanan telemedicine maupun dari fasilitas kesehatan.

"Bisa lewat telemedicine atau saat pos ke faskes akan di pantau melalui Puskesmas," ujar dia.

Bagi pasien yang tidak bergejala dan sudah mendapatkan paket obat tersebut lanjut dia dapat menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk menekan Omicron koordinasi antar-daerah perlu ditingkatkan terkait pengetatan mobilitas dan disiplin protokol kesehatan (prokes).

"Selanjutnya vaksin booster, dan fasilitas pelayanan kesehatan," kata Budi saat berdiskusi dengan para pakar kesehatan dalam keterangan tertulis diterima.

Senada, Wakil Menteri Kesehatan Dante mengatakan, pengendalian terhadap mereka yang sudah terjangkit perlu mendapat fokus dengan pemberian paket obat bagi pasien Omicron penderita tanpa gejala dan gejala ringan agar tidak masuk rumah sakit.

"Kita siapkan, adanya paket obat ini ditujukan bagi orang yang tidak bergejala dan bergejala ringan, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi angka hospitalization (rawat inap) di berbagai rumah sakit di Indonesia," jelas Dante.

(mdk/rhm)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami