Ini terobosan Menteri Marwan bangun desa dan kurangi kemiskinan

Ini terobosan Menteri Marwan bangun desa dan kurangi kemiskinan
Marwan Jafar. ©2014 Merdeka.com
NEWS | 5 November 2014 22:00 Reporter : Dharmawan Sutanto

Merdeka.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan, hingga saat ini masih banyak terdapat masyarakat miskin yang tinggal di Indonesia. Bahkan menurutnya angka tersebut mencapai 60 persen.

"Percepatan pengurangan kemiskinan di pedesaan melalui program transmigrasi, tidak boleh hanya sekedar retorika, tetapi manfaatnya harus benar-benar dapat dirasakan. Kalau kita dapat melaksanakan ini dengan baik, maka saya yakin secara nasional angka kemiskinan juga akan berkurang," ujar Marwan dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) 2014 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (5/11).

Menurut Marwan, selama ini pemerintah membangun infrastruktur dalam skala besar, dengan biaya yang besar. Namun, tidak cukup mencapai infrastruktur dasar yang diperlukan di desa-desa, kecamatan-kecamatan, bahkan wilayah pedalaman.

"Untuk itu program transmigrasi justru mengisi program-program nasional yang terus kita jalankan hingga saat ini," katanya.

Marwan menambahkan, pembangunan dan pengembangan transmigrasi sangat strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Tidak hanya sekedar memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat di lokasi saja, tapi mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi mulai dari lingkup desa, kecamatan, kabupaten dan kota, provinsi sampai nasional," tandasnya.

Marwan menjelaskan, pembangunan dan pengembangan transmigrasi tidak semata pembangunan lokalitas saja, tetapi menjadi pilar-pilar pembangunan nasional. Pembangunan dan pengembangan transmigrasi harus saling melengkapi dan memperkuat antara satu desa dengan desa lain, satu kecamatan dengan kecamatan lain, antara kabupaten-kota dengan kabupaten-kota lainnya, antarprovinsi satu dengan provinsi lainnya.

Terkait dengan membangun kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru yang saat ini sebanyak 628 kawasan, Marwan mengatakan, perwujudannya akan dilakukan melalui pendekatan model pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM), kita harus bisa melihat potensi secara lebih holistik.

Pembangunan KTM tidak bisa hanya dengan mengandalkan parameter lokal atau nasional saja, Marwan mengatakan, harus bisa mengakomodasi parameter yang berlaku dalam lingkup regional dan internasional.

"Investor yang mau berinvestasi dalam KTM tentu tidak mau bila hanya dalam lingkup lokal saja, tapi juga harus mampu merambah lingkup nasional, regional dan internasional," katanya.

Untuk itu, Marwan menganggap, memberantas kemiskinan merupakan suatu kewajiban untuk diberantas. "Membangun desa, memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat itu hukumnya wajib," tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

(mdk/did)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami