Jodoh Syariah dan Kisah Sampah di Pameran Foto Saujana Banyumas

PERISTIWA | 24 Juni 2019 10:03 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Lantunan surat Al Maidah ayat 1-2 terdengar sayup-sayup jadi latar audio presentasi foto cerita bertajuk 'Memilih Berkah, Mencari Jodoh Sesuai Syariah' karya Dian Aprialiningrum. Lewat sembilan lembar foto, Dian mengangkat kisah Syahidah, warga Tasik yang memilih menjalani proses taaruf (ikhtiar saling mengenal) agar dapat menikah tanpa pacaran.

Selama pengerjaan foto cerita tersebut, Dian bercerita membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Ia mengulik lebih dalam situasi batin Syahidah dan segala informasi tentang proses taaruf.

Foto cerita tersebut jadi salah satu karya dari pameran foto Kelompok Logawa bertema Saujana, bekerja sama dengan Komunitas Fotografi Banyumas (KFB) dan Komunitas Purwokerto Semedulur. Pameran berlangsung di Kedai Kopi Kebon, Purwokerto Utara dimulai pada Sabtu (22/6) selama dua minggu.

Ada 6 foto cerita informatif, kritis dan tentunya apik, dipajang selama pameran. Tidak hanya indah dipandang, foto-foto cerita juga memberikan informasi, pengetahuan dan sudut pandang fotografer terhadap tema yang diangkat.

Salah satu foto cerita semisal, 'Elegi Sampah' karya Tofik Cahyanto mengetengahkan pelik persoalan sampah di Kabupaten Banyumas. Ada foto sampah campur aduk menumpuk di lahan eks tempat pembuang akhir (TPA) sampah berkebalikan lanskap langit biru yang bersih dengan latar jauh menampakkan hijau bukit.

Sedang foto lain, 'Perjuangan Bahasa Para Perantau' karya Karel Satria menyajikan foto potret tentang para perantau dari berbagai daerah di antaranya Papua dan Sulawesi Tenggara yang mencari penghidupan dan menuntut ilmu di Kabupaten Banyumas. Foto potret lantas disandingkan dengan foto tulisan para perantau dalam bahasa Banyumas untuk menandakan tingkat penyesuaian diri mereka selama tinggal di Banyumas.

Penanggung Jawab Pameran Saujana, Riza Saputra mengatakan 5 karya foto cerita merupakan hasil dari Logawa Photo Workshop III dan IV tahun 2018 dan 2019. Sedang khusus foto cerita 'Memilih Berkah, Mencari Jodoh Sesuai Syariah' hasil dari pelatihan Permata Photojournalist Grant (PPG) 2016 yang diikuti oleh Ketua Kelompok Logawa, Dian Aprilianingrum. Sedang tema Saujana sendiri bertitik tekan bahwa proses pembuatan foto cerita bisa diangkat dari sekitar kehidupan atau ruang tinggal terdekat.

"Salah satu foto karya Anggalina Fajar berjudul 'Bapak' mengangkat keseharian hidup seorang bapak dari sudut pandang seorang anak. Foto-fotonya terasa menyentuh apalagi disajikan hitam putih," kata Riza.

Riza menambahkan, pameran foto ini memang bertitik tekan pada foto cerita yang mengetengahkan suatu isu dan subjek cerita lebih dalam dan memvisualkan interaksi, detail, konflik dan emosi dalam rangkaian sejumlah foto. Lewat 6 foto cerita yang dipamerkan, pengunjung pameran dapat melihat sisi-sisi lain kehidupan di Banyumas dan sisi-sisi unik kehidupan manusia.

Ketua KFB, Dimas Prabowo menambahkan selain pameran foto cerita juga telah dilangsungkan diskusi fotografi yang mengangkat proses kreatif pewarta foto perempuan. Dalam diskusi tersebut, fotografer Regina Safri yang baru meluncurkan buku foto bertajuk Before Late berbagi pengalaman soal fotografi satwa dan lingkungan. Regina menuturkan pengalamannya memotret gajah dan orang utan yang jadi korban pemburuan dan hidup nahas di sejumlah hutan di Indonesia yang mengalami kerusakan.

"Pameran dan diskusi fotografi ini menunjukkan bahwa kegiatan kreatif di Banyumas tak pernah sepi," kata Dimas.

Baca juga:
Begini Indahnya Pemandangan Ladang-Ladang Tulip di Belanda
Protes Jalan Rusak Berbalut Seni Fotografi ala Fotografer Sumsel
Keindahan Alam Bawah Air dari Karya Para Pemenang Ocean Art Underwater Photo Contest
Ini Karya Fotografi Drone Paling Artistik Pemenang Dronestagram Photo Contest Kelima
Keindahan Lebanon dari Balik Lensa, Jauh Lebih Indah daripada Reputasinya
Bersama Slank, Fotografer Tjandra Moh Amin Luncurkan Buku

(mdk/rhm)