Kakek-Nenek Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk di Serang Butuh Uluran Tangan

PERISTIWA | 24 Juli 2019 01:09 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Sepasang warga kakek dan nenek di Kampung Sungapan, Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang tinggal di rumah nyaris roboh. Mereka juga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi itu dialami seorang nenek Duriah (70) bersama suaminya Beki (80). Mereka harus tinggal di rumah reot dan bocor dengan berlantaikan tanah. Sebagian besar dinding rumahnya sudah miring dan disangga dengan bambu dan kayu. Saat hujan, air masuk dalam ruangan. Kondisi itu juga membuat rumahnya terlihat sangat kumuh.

Untuk makan sehari-hari keduanya hanya mengandalkan dari hasil jualan getuk dan pemberian orang. Duriah terpaksa menjadi penjual getuk keliling setelah suaminya sudah tidak bekerja karena sering sakit-sakitan.

2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

"Tiap hari jualannya. Keliling kampung dari pagi hingga sore hari. Kalau enggak jualan nanti enggak makan," ujar Duriah kepada wartawan, Selasa (23/7).

Jika jualannya habis, penghasilan Duriah tak lebih dari sekitar Rp 30 ribu. Uang pendapatannya habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan modal untuk membeli bahan baku dagangannya.

Supriyah tetangga Duriah berharap, keluarga lansia tersebut mendapat uluran tangan untuk membedah rumah pasangan Duriyah dan Beki. "Kasian lihatnya. Kata nenek Duriyah sih sering ada pejabat yang datang moto-moto kondisi rumah namun gak ada hasilnya," ujarnya.

Baca juga:
25 Tahun Huni Gubuk Reyot, Mak Aroh & Anak Cucu Dapat Hibah Tanah dari Babinsa
Kemiskinan di Sintang Naik Dalam 5 Tahun Terakhir
Malu Terima PKH, 300 Keluarga Undur Diri
Menko Darmin: Lebih Mudah Turunkan Kemiskinan Dibanding Ketimpangan Kaya - Miskin
5 Potret Kemiskinan Indonesia Terbaru yang Buat Presiden Jokowi Khawatir
Bos BPS: Kategori Miskin Kalau Pendapatannya di Bawah Rp1,99 Juta

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com