Kapolda Metro Beberkan Teror Asmoro di Kasus Pungli Tanjung Priok

Kapolda Metro Beberkan Teror Asmoro di Kasus Pungli Tanjung Priok
Preman pungli sopir truk kontainer di Tanjung Priok. ©2021 merdeka.com/imam buhori
NEWS | 17 Juni 2021 20:37 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut adanya peran 'Asmoro' dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) dan aksi premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Asmoro ini sendiri sebutan untuk para premanisme dalam kasus tersebut.

"Jika perusahaan pengangkut truk tersebut tidak memberikan uang, maka akan terjadi gangguan-gangguan di lapangan dalam bentuk 'Asmoro', dalam bentuk meleng diembat, pokoknya diganggu, dalam bentuk bajing loncat," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6).

Nantinya, para Asmoro atau yang disebut preman ini akan melakukan perusakan terhadap sejumlah kontainer yang tak mau membayarkan uang keamanan sesuai dengan perintah dari sejumlah kelompok yang mengatasnamakan jasa pengamanan.

"Seperti merampas HP, mencuri bajing loncat, memeras dengan modus operandi menjual air mineral, serta melakukan perusakan terhadap kendaraan-kendaraan yang belum memasang stiker jasa pengamanan," sebutnya.

"Menawarkan jasa pengangkutan apabila ingin aman di jalan dari gangguan Asmoro maka sebaiknya mereka bergabung," sambungnya.

Memasang Stiker

Asmoro ini tidak akan merusak kontainer, jika mereka telah tergabung dalam jasa pengamanan yang mana diberi tanda stiker yang ditempel pada kontainer.

"Modus operandi yang mereka lakukan adalah dengan memungut uang, menempelkan stiker ke setiap kendaraan," ujarnya.

Mantan Kapolda Jatim ini menjelaskan, kontainer yang sudah terpasang stiker tersebut. Nantinya perusahaan kontainer ini harus membayarkan uang setoran setiap bulannya antara Rp50.000 hingga Rp100.000 untuk satu kendaraan.

"Bagi mereka yang sudah membayarkan uang, dengan dalih untuk pengamanan. Maka mereka tidak akan diganggu dalam perjalanan. Itu ditandai dengan menempelkan stiker," jelasnya.

"Jadi anda bayangkan kalau satu perusahaan memiliki 10 truk kontainer berarti dia harus menyetorkan uang Rp500.000 sampai dengan Rp1 juta. Ada puluhan bahkan ratusan perusahaan truk di wilayah Jabodetabek yang hilir mudik mengangkut dan menurunkan barang dari dan ke Tanjung Priok," sambungnya.

Dengan telah membayarkan uang kepada jasa pengamanan tersebut, kontainer ini akan aman dan tidak akan mengalami gangguan saat berada di jalan oleh para Asmoro.

Tindak Seluruh Pelaku Kriminal

Dengan adanya kejadian ini, jenderal bintang dua ini menegaskan, akan terus melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku pungli dan premanisme di wilayah hukumnya.

"Kami tidak akan berhenti sampai benar-benar seluruh pelaku kriminal mulai dari organisasi maupun perorangan dengan baju jasa pengamanan bisa kami tindak. Dan wilayah Pelabuhan Tanjung Priok clear dari pungli," tegasnya.

"Tidak boleh 1 rupiah pun uang yang keluar kepada orman, kepada kelompok-kelompok organisasi preman. Termauk mendalami pihak-pihak yang melakukan support atau dukungan," tutupnya.

Ungkap Empat Kelompok Pungli

Jajaran Polda Metro Jaya telah mengungkap empat kelompok yang melakukan aksi Pungutan Liar (Pungli) dan premanisme. Dari empat kelompok ini, sebanyak 24 orang telah diamankan oleh petugas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, mereka yang diamankan itu mengaku sebagai jasa pengamanan dan juga pengawalan.

"Kelompok ini, berhasil menarik uang rutin sebanyak Rp9juta dari 12 perusahaan, dengan total armada 134 unit. Ini diorganisir oleh pimpinannya, pimpinan staf kemudian asmoro di lapangan berhasil diungkap ada kelompok bad boy," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6).

Dari kelompok ini, sejumlah barang bukti telah disita seperti handphone, buku pemasukan dan pengeluaran, sticker, stempel pos pantau, surat-surat pernyataan untuk bersedia membayar, kwitansi pembayaran, transfer dan fotocopy akte pendirian perushaan jasa pengamanan.

Kelompok berikutnya adalah jasa kelompok pengamaman dan keamanan Haluan Jasa Prakarsa. Dari kelompok ini, sebanyak enam orang telah diamankan.

"Dari mereka berhasil diamankan Rp117 juta, penyidik sudah saya perintahkan untuk menganalisis transaksi keuangan dalam beberapa waktu ke belakang. Untuk mengetahui seberapa besar uang pungli yang sudah dinikmati kelompok ini," sebutnya.

"Ada stiker, ada bukti setoran bukti keluar masuk ada stampel dan sebagainya. Menarik uang dari 141 perushaan jasa kontainer," tambahnya.

Selanjutnya yakni kelompok jasa pengamanan dan pengawalan atas nama Sapta Jaya Abadi. Dari kelompok ini, sebanyak tiga orang telah diamankan, mulai dari pimpinan, koordinator dan bagian administrasi.

"Kelompok ini setiap bulannya mengutip uang dari 23 perusahaan angkutan yang memiliki armada sebanyak 529 unit. Total uang yang disita Rp24.600.000. Barang bukti sama ada stiker dan lain-lain," ungkapnya.

Kelompok terakhir yang diamankan yaitu kelompok Tanjung Kemilau, dari kelompok ini sebanyak 10 orang telah diamankan yang telah mengorganisir 30 perusahaan angkutan kontainer dengan jumlah 809 truk.

"Dengan barang bukti disita sebanyak Rp82.560.000. Ada stiker dan lain-lain," ucapnya.

(mdk/rhm)

Baca juga:
Berkedok Jasa Pengamanan, Kelompok Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap
Kapolri Minta Para Kapolda Perangi Premanisme dan Pungli di Kawasan Pelabuhan
Penampakan Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Ada Kresek Uang 'Turun dari Langit'
VIDEO: Terungkap Modus Licik Pelaku Pungli di Tanjung Priok
Koordinator Pungli di JICT Sempat Perintahkan Hilangkan Barbuk
VIDEO: Perintah Tegas Kapolri, Bersihkan Preman Sampai Ke Akar-Akarnya!

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami