Kapolri Sigit Tegaskan Tak Ada Keterlibatan 3 Kapolda di Kasus Ferdy Sambo

Kapolri Sigit Tegaskan Tak Ada Keterlibatan 3 Kapolda di Kasus Ferdy Sambo
Kapolri Umumkan Penetapan Ferdy Sambo Jadi Tersangka Pembunuhan Brigadir J. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 30 September 2022 17:32 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, tidak adanya keterlibatan tiga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dalam kasus yang menjerat Ferdy Sambo. Ketiganya itu yakni Kapolda Metro Jaya, Kapolda Sumatera Utara dan Kapolda Jawa Timur.

"Keterlibatan tiga Kapolda di kasus FS, Div Propam dan Timsus sudah memeriksa dan ditemukan sampai saat ini kesimpulannya tidak ada keterkaitan dengan skenario kasus FS," kata Kapolri Sigit kepada wartawan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9).

Kapolri Sigit menegaskan hal itu untuk menghilangkan polemik yang beredar di tengah khalayak.

"Ini supaya juga menjadi jelas dan tidak menjadi polemik," ujarnya.

Sebelumnya, Polri tegaskan tidak ada keterkaitan tiga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dalam kasus kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Ketiga Kapolda yang sempat disebut-sebut terlibat yakni, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra dan Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta.

"Sampai dengan hari ini saya tegaskan kembali dari Timsus tidak ada. Tidak ada pendalaman, tidak ada keterkaitannya ya sampai dengan hari ini 3 Kapolda tidak ada kaitannya," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (23/9).

Dedi ingin agar tidak mengkaitkan kasus kematian Brigadir J dengan tiga Kapolda tersebut. Karena, sampai saat ini ada tiga hal yang menjadi fokus Korps Bhayangkara dalam pengusutan kasus tersebut.

"Jadi jangan dikait-kaitkan, Timsus ini fokusnya 3 hal. Pertama segera menuntaskan berkas perkara yang saat ini sedang diteliti di Jaksa Penuntut Umum adalah tersangka Irjen FS cs 340 subsider 338 juncto 55 dan 56," tegasnya.

"Kemudian berkas perkara Irjen FS dan 6 tsk lainnya terkait OOJ, UU ITE, kemudian juncto pasal 221 dan 223 KUHP serta dari propam masih memiliki tunggakan 20 sidang kode etik yang harus juga segera dituntaskan. Jadi rekan-rekan, setelah ini tuntas semuanya tentunya tugas polri fokus pada 3 hal di tahun ini," tutupnya.

Sebelumnya, Tim Khusus (Timsus) Polri mendalami dugaan keterlibatan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra, dan Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta dalam kasus Ferdy Sambo.

Diketahui, mantan Kadiv Propam Polri ini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Ferdy Sambo juga menjadi tersangka obstruction of justice atau upaya menghalangi pengusutan kasus kematian Yosua.

"Ya dari Timus sudah mendapat informasi tersebut. Tentunya juga dari Timsus nanti akan mendalami apabila memang ada keterkaitan terkait masalah kasus FS," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/9).

Dedi belum membahas lebih jauh terkait pendalaman informasi yang diterima Timsus Polri tersebut. Sejauh ini, Polri masih fokus menuntaskan berkas lima tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

"Tapi yang jelas untuk tim sidik saat ini fokus terkait menyangkut masalah penuntasan lima berkas perkara yang sudah di P19 oleh JPU," kata Dedi. (mdk/rhm)

Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks, Panglima TNI Andika Perkasa Ikut Periksa Ferdy Sambo
Kapolri: Hasil Lie Detector Ferdy Sambo Dibuka Semuanya saat Persidangan
Kasus Ferdy Sambo, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Didemosi 8 Tahun
Kapolri Bicara Pembenahan Polri: Saya Minta Keluhan Masyarakat Betul-Betul Direspons
Transkrip Lengkap Kapolri: PC Ditahan, Ferdy Sambo Bukan Lagi Anggota Polri
Kapolri Libatkan Penyidik Tipikor Usut Privat Jet Disewa Brigjen Hendra Kurniawan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini