Kepala BNPT Minta Ribut-ribut Soal Perbedaan Dihentikan

PERISTIWA | 15 Desember 2019 22:57 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan, budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sangat majemuk dan beragam. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bahasa dan juga budaya.

"Dengan suku, bahasa dan budaya kita yang beragam seharusnya masalah intoleransi ini sudah selesai," kata Suhardi dalam keterangan tertulis, Minggu (15/12).

Menurutnya, dengan bermacam perbedaan yang dimiliki bangsa ada upaya untuk menciptakan intoleransi dan radikalisme negatif yang semakin menguat. Karena itu, dia mendorong agar anak bangsa setop meributkan perbedaan agar bisa berkompetisi dengan negara lain di seluruh dunia.

"Kalau kita sibuk dengan masalah itu (perbedaan) saja dan tidak bisa diselesaikan dengan baik, akan sulit kita untuk berkompetisi," tuturnya.

Suhardi mengatakan dengan banyak dan kuatnya komunitas seniman maupun budayawan yang dimiliki Indonesia penyebaran pentingnya hidup dalam keberagaman harus terus dilakukan. Tujuannya, agar setiap anak bangsa bisa sama-sama menjaga persatuan.

Oleh karenanya, mantan Kabareskrim Polri ini, menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan para budayawan dalam rangka menguatkan kembali semangat kebangsaan.

"Jadi saya sharing mengenai masalah intoleransi dan radikalisme yang terjadi di Indonesia dan bagaimana cara pengentasannya," tandasnya.

Suhardi menghadiri acara dialog kebangsaan dengan tema 'Intoleransi dan Radikalisme dalam Perspektif Kebudayaan' yang dihadiri puluhan seniman dan budayawan. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat, H Asep Syaripudin, mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tahun 1988-1993, Sarwono Kusumaatmadja. (mdk/did)

Baca juga:
Empat Kriteria Orang Terpapar Radikalisme
Kementerian Agama Temukan Dua Pesantren Berpotensi Terpapar Radikalisme
Menag Fachrul Razi Belum Tahu Jumlah Penceramah untuk Tekan Radikalisme
Kursi Empuk Jabatan Para Jenderal Polisi di Era Jokowi
Komisi III Cecar BNPT soal Insiden Penusukan Wiranto di Pandeglang
Agar Tak Gaduh, Kepala BNPT Ogah Rilis Data Instansi Terpapar Radikalisme

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.