Kisah Tragis Warga Kecelakaan Maut saat Ambil BLT, Jenazah Ditandu Akibat Jalan Rusak

Kisah Tragis Warga Kecelakaan Maut saat Ambil BLT, Jenazah Ditandu Akibat Jalan Rusak
Jenazah Warga Sikka Digotong Sejauh 7 Kilometer. Antara
NEWS | 20 April 2022 04:32 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kisah tragis dialami seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Warga bernama Elisabeth Wewe (69) itu meninggal dunia saat mengambil bantuan langsung non tunai berupa minyak goreng dan telur di depan Kantor Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Korban merupakan warga Dusun Klatang Kajowain, Desa Wailamung, Kecamatan Talibura. Peristiwa itu berawal ketika korban menuju ke kantor camat menggunakan jasa ojek untuk mengambil bantuan langsung non tunai.

Namun motor yang ditumpangi Elisabeth tabrakan. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan, namun beberapa menit berselang dia dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka. Akan tetapi karena jalan dilalui ambulans rusak, jenazah korban terpaksa digotong warga menggunakan tandu sejauh tujuh kilo meter ke rumah duka.

2 dari 2 halaman

Kesaksian Warga

Salah seorang warga Yohanes Wangga mengatakan, jalanan yang dilewati ambulans tersebut memang dalam kondisi rusak. Keadaan itu diperparah ketika kondisi hujan.

Dia mengatakan kondisi jalan yang berlubang membuat pengguna jalan kesulitan melintas.

"Mobil ambulans yang membawa jenazah terhambat di jalan yang rusak. Ada juga mobil yang ikut terpuruk, sehingga pihak keluarga dan warga langsung menggotong jenazah sejauh tujuh kilo meter," kata salah seorang warga Yohanes Wangga dalam keterangan yang diterima di Maumere, Selasa (19/4), dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
Kisah Pilu Pria Pulang Kampung Cari Ayah & Ibu di Rumah, Nangis Pas Ingat Sudah Wafat
Haru, Hidup di Bawah Jembatan, Ibu Ini Menangis Disewakan Rumah Oleh Ustaz Ebit Lew
Tangis Prajurit TNI Pecah Saat Pulang Ibu Wafat, Tak Kuasa Antarkan ke Liang Lahat
Gadis Cantik Rela jadi Pemulung di Malam Hari, Alasannya Cari Uang Bikin Terharu
Kisah Pak Santardi, 15 Tahun Hidup Menyendiri di Tengah Hutan Banjarnegara
Perjuangan Ayah Ini Jualan Roti Bakar Sambil Gendong Anaknya
Gaji Dibawa Kabur, Kuli Bangunan Tunawicara Ini Jalan Kaki 20 Hari dari Lampung

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini