Menag Ajak Ustaz di Pesantren Ikut Gaungkan Moderasi Beragama ke Masyarakat

Menag Ajak Ustaz di Pesantren Ikut Gaungkan Moderasi Beragama ke Masyarakat
Menag Yaqut Cholil Qoumas. ©Antara/HO - Kemenag
NEWS | 1 Oktober 2021 13:22 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berharap para ustaz di pesantren mampu menggaungkan dan mengimplementasikan moderasi beragama. Bagi Yaqut, kalangan pesantren merupakan komunitas yang telah memahami serta menerapkan moderasi beragama dalam kehidupannya. Untuk itu menjadi tugas pesantren agar nilai itu disebarkan ke khalayak luas.

“Pesantren itu tidak harus dikuatkan lagi, karena memang sudah kuat kalau soal moderasi beragama. Kita tidak pernah sanksi bahwa pesantren sudah selesai urusan moderasi beragama,” ujar dalam keterangan tulis dikutip dari laman Kemenag RI, Jumat (1/10/2021).

“Selanjutnya bagaimana ustaz di pesantren bisa berkontribusi menggaungkan moderasi beragama di ruang kehidupan yang lebih luas,” sambungnya.

Pada 22 September lalu, Yaqut mengaku bersama dengan Mendikbudristek dan Ketua Komisi VIII DPR RI telah merilis Modul Moderasi Beragama. Modul ini berisi sembilan nilai moderasi beragama yang selanjutnya akan dijadikan pedoman bagi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Sembilan Nilai Moderasi Beragama tersebut adalah Tawassuth (Tengah-tengah), I’tidal (Tegak Lurus), Tasamuh (Toleran), Syura (Musyawarah), Ishlah (Perbaikan), Qudwah (Kepeloporan), Muwathanah (Cinta Tanah Air), La ‘Unf (Anti Kekerasan), I’tiraf al-‘Urf (Ramah Budaya),” papar Yaqut.

Yaqut meyakini 9 nilai moderasi beragama itu pasti sudah dikenal dan diterapkan di kalangan pesantren. "Jadi saya rasa amat tepat bila kalangan pesantren turut menggaungkan nilai-nilai ini,” tekannya.

Dia melanjutkan, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip yang adil dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Reporter: Yopi Makdori

Baca juga:
Siap-Siap, Insentif Guru Madrasah Non-PNS Cair Awal Oktober
Menag Yaqut: Agama Berpotensi Cegah Diperalatnya Identitas Sebagai Senjata Politik
Menag: Insentif Guru Madrasah Non PNS Segera Cair
Menag akan Koordinasi dengan Menkeu Soal Pengelolaan Dana Abadi Pendidikan Pesantren

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami