Menanti Pengakuan Jujur Ferdy Sambo di Depan Hakim

Menanti Pengakuan Jujur Ferdy Sambo di Depan Hakim
Irjen Ferdy Sambo diperiksa polisi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 13 Agustus 2022 09:00 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Komunikasi dengan kejaksaan berkas perkara akan dilimpahkan ke Kejaksaan, tidak terlalu lama juga akan digelar dipersidangan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Kamis (11/8).

Tim Khusus (Timsus) bentukan Kapolri melakukan pemeriksaan marathon terhadap tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo. Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah fakta terungkap. Termasuk upaya mengaburkan kasus pembunuhan tersebut.

Mantan Kadiv Propam itu akhirnya mengakui melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Alasannya karena emosi sebab istrinya mengaku mendapat pelecehan seksual dari ajudannya.

"Tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

2 dari 3 halaman

Mendapati fakta tersebut, Polri segera menghentikan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo. Nyatanya, aduan tersebut dibuat untuk menghalangi pengungkapan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Kita anggap bahwa dua laporan ini masuk dalam satu bagian yang masuk dalam kategori obstruction of justice. Ini bagian dalam upaya menghalangi pengungkapan dari kasus 340," kata Andi.

Demi mengaburkan kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Cs membuat Laporan Polisi (LP) terkait dugaan pelecehan dengan terlapor Brigadir J di Polres Jakarta Selatan.

Selain itu, ada juga LP terkait dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E dengan pelapor Briptu Martin selaku anggota Polres Jaksel, dan terlapor masih Brigadir J. Dan kini kedua LP ini telah dihentikan.

3 dari 3 halaman

Setelah mendapatkan fakta tersebut, Timsus langsung mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap Ferdy Sambo kepada Kejaksaan Agung.

Setelah menerima SPDP tersebut, Kejaksaan Agung menunjuk 30 jaksa penuntut umum (JPU) untuk mengawal kasus pembunuhan ini.

"Sudah ditunjuk JPU sebanyak 30 orang untuk menanganinya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana saat dihubungi, Jumat (12/8).

Dia memastikan Kejaksaan bakal profesional dalam menangani setiap perkara termasuk kasus yang menarik perhatian publik.

(mdk/fik)

Baca juga:
Polri Periksa Seluruh Penyidik Terlibat Laporan Kasus Pelecehan Istri Ferdy Sambo
LPSK Keluarkan Perlindungan Darurat untuk Bharada E
30 JPU Ditunjuk Tangani Kasus Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J
Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dibuat untuk Kaburkan Fakta Pembunuhan Brigadir J
Polri: Pembunuhan Berencana Brigadir J Jawab Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo
Polri Hentikan Laporan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo
Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Intelektual Pembunuhan Brigadir J

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini