Miris, Masih Ada Bidan Honorer di Jateng Digaji Rp100 Ribu per Bulan

Miris, Masih Ada Bidan Honorer di Jateng Digaji Rp100 Ribu per Bulan
Ilustrasi bidan. Instagram/©2021 Merdeka.com
NEWS | 19 Maret 2022 05:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sekretaris Pengurus Daerah (Ikatan Bidan Indonesia) Jawa Tengah (Jateng), Sri Pujiastuti menyebut masih banyak bidan di wilayahnya yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan dengan gaji sangat minim.

Bahkan tak sedikit yang di bawah UMR (Upah Minimun Regional). Tak hanya itu, dia mengatakan ribuan bidan juga belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

"Anggota IBI Jateng ada 34.813, ada sebanyak 24.330 yang bekerja atau mengabdi di fasilitas pelayanan kesehatan ada 24.330. Dari jumlah itu ada 6.417 yang berstatus honorer," ujar Pujiastuti disela Rakerda VII PD IBI Jateng di Best Westen Premiere Hotel Solo Baru, Jumat (18/3).

Ironisnya, dari banyaknya bidan honorer tersebut, masih banyak yang digaji di bawah UMR. Bahkan, ada yang digaji Rp100.000 per bulan.

"Teman kami bidan honorer ada yang digaji sangat minim sekali. Ada yang hanya menerima Rp100.000, ada yang Rp200.000. Padahal mereka kerja profesi selama 24 jam. Apalagi selama pandemi ini, mereka mempertaruhkan nyawa dan sebagainya," ujar dia.

Meskipun di antara mereka ada yang membuka praktik bidan, namun banyak yang tidak membuka praktik. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.

“Sebenarnya sangat memprihatinkan, tetapi karena kita itu dididik untuk memiliki jiwa pengabdian. Jadi tetap harus menjalankan tugasnya. Ini tidak hanya terjadi pada profesi bidan tapi juga perawat,” katanya.

Dia menyebutkan, saat ini dari puluhan ribu bidan yang diakomidir BPJS Ketenagakerjaan baru 2.900. Sebagai organisasi profesi, pihaknya terus melakukan berbagai upaya karena bidan memiliki misi mensejahterakan anggota agar lebih baik dalam hidup dan status kerjanya.

2 dari 2 halaman

Selama pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, peran bidan juga sangat besar dalam ikut penanganan. Bahkan banyak bidan yang terpapar virus Covid-19. Sampai saat ini, lanjut dia, ada 46 diantaranya yang meninggal dunia karena menjalankan tugas.

Pihaknya pun sudah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah pusat. Mereka menjanjikan jaminan bantuan bagi nakes yang meninggal, namun hanya tiga yang diakomodir.

“IBI sebagai organisasi profesi bidan terus mengupayakan agar anggotanya sejahtera, lebih baik dalam hidup dan status kerjanya,” katanya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya terus mendesak agar bidan yang masih honorer bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Baik diangkat menjadi PNS maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

"ASN itu ada dua yakni PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK. Kalau untuk menjadi PNS tidak mungkin, yang paling mungkin adalah PPPK," pungkas Edy. (mdk/ray)

Baca juga:
Bidan di Pekanbaru Jadi Korban Begal Payudara
Komisi IX DPR Upayakan Perawat dan Bidan Honorer Diangkat Jadi Pegawai Pemerintah
Kisah Pilu Bidan di Taput Kena Dampak Pilkades, Diintimidasi hingga Diancam Diusir
Bidan Desa di Tapanuli Utara Ini Sempat Diusir Warga karena Pilkades, Alami Trauma
Aksi Heroik Bidan Bantu Ibu Melahirkan di Perahu Karet Milik TNI AL, Curi Perhatian

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami