Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan

Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan
PERISTIWA | 14 Juli 2020 18:15 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pasar Harjodaksino Solo disemprot diisinfektan sebanyak dua kali hari ini. Penyemprotan dilakukan petugas gabungan dari Pemkot Solo setelah seorang perempuan pedagang yang meninggal Sabtu (11/7) lalu dinyatakan positif covid-19. Sebelumnya Pemkot Solo telah menutup pasar tradisional tersebut sejak Selasa pagi.

"Penyemprotan ini dilakukan dua kali untuk mengantisipasi sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Penyemprotan kita lakukan siang dan sore tadi," ujar Lurah Pasar Hardjodaksino, Listianto.

Menurut dia, penyemprotan disinfektan dilakukan di seluruh area pasar. Di antaranya kios, los hingga pelataran yang digunakan pedagang berjualan. Bahkan, tempat yang pernah disinggahi pedagang meninggal, seperti kamar mandi, musala dan gang pasar juga tidak luput dari penyemprotan.

"Kita juga semprot tempat yang sering dilewati almarhumah. Kita juga memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk mengambil barang dagangan yang sifatnya mudah rusak," katanya.

1 dari 1 halaman

Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi menambahkan, pasca meninggalnya pedagang positif Covid-19, dinas terkait sudah melakukan tracing dengan orang yang melakukan kontak erat dan kontak dekat dengan almarhumah.

"Ada 3 orang pedagang yang menjalani pemeriksaan swab tenggorokan karena berkontak dengan pedagang meninggal positif Covid-19," ujar dia.

Heru menambahkan, penutupan sementara pasar yang ada di Jalan Yos Sudarso tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Menurut dia, saat ini pedagang Pasar Hardjodaksino sampai total ada 1.407 orang. Mereka terdiri dari pedagang kios, los dan pelataran.

"Jumlah pedagang disini ada 1.407, ada yang di kios, los dan pelataran. Kalau pedagang yang meninggal positif Covid-19 adalah pedagang los. Ia awalnya mengeluh sakit dan dijemput oleh keluarga," jelas dia.

"Setelah dibawa ke rumah sakit nirmalasuri Sukoharjo, kemudian dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo. Di RSUD dr Moewardi swab pertama positif Covid-19 hingga akhirnya meninggal," pungkas Heru. (mdk/ray)

Baca juga:
Pasar Harjodaksino Ditutup Imbas Covid-19, Puluhan Pedagang Pindah ke Solo Baru
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Jakpus Perketat Protokol Kesehatan di Pasar
Ketidakpercayaan Publik Terhadap Covid-19 Jadi Faktor Utama Kasus di Pasar
Pedagang Positif Covid-19 Meninggal, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup Sementara
41 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cempaka Putih Ditutup

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami