Pemerintah Bawa 3 Isu Digitalisasi dalam Presidensi G20

Pemerintah Bawa 3 Isu Digitalisasi dalam Presidensi G20
Menkominfo Johnny G. Plate. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 23 Desember 2021 13:49 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pemerintah membawa tiga isu digitalisasi dalam Presidensi G20. Isu tersebut dibawa mengingat pentingnya migrasi ke ruang digital akibat pandemi virus corona.

"Digitalisasi ini penting di sektor keuangan bahwa banyak masyarakat yang saat ini tidak memiliki rekening bank atau tidak mendapatkan layanan atau fasilitas perbankan yang lengkap sehingga tekfin bank digital dan mata uang digital begitu penting," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalam siaran pers dilansir Antara, Kamis (23/12).

Dalam forum Digital Economy Working Group, pemerintah membawa tiga isu prioritas lainnya, yaitu berkaitan dengan konektivitas dan setelah COVID-19, peningkatan kemampuan digital dan literasi digital, dan arus data lintas negara serta arus data bebas dengan kepercayaan.

Pembahasan isu digital ini bertujuan migrasi aktivitas masyarakat ke ruang digital bisa berjalan dengan baik sehingga masyarakat juga bisa terlayani dengan baik.

Kominfo, sebagai koordinator dan komunikasi media untuk G20, melihat kesuksesan forum internasional ini terdiri dari dua hal, yaitu penyelenggaraan dan substansi pembahasan.

"Pertama kesuksesan penyelenggaraan, kita harapkan penyelenggaraan akan berlangsung dengan baik. Belajar dari apa yang dilakukan oleh penyelenggara sebelumnya, Indonesia akan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dilakukan atau yang terjadi pada saat penyelenggaraan sebelumnya," kata Johnny.

Dari segi substansi pembahasan, Finance Track dan Sherpa Track, terdapat tiga topik utama yaitu arsitektur kesehatan global yang inklusif, transformasi digital dan transformasi ekonomi, serta transisi energi.

Arsitektur kesehatan global yang inklusif bertujuan penguatan dan penyusunan kembali tata kelola kesehatan global pascapandemi.

Isu transformasi digital dan transformasi ekonomi bertujuan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital yang inklusif, yaitu dengan mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi.

Pada isu transisi energi, akan dibahas perluasan akses teknologi menuju pemanfaatan energi bersi dan terjangkau, dengan pembiayaan yang berkelanjutan.

Forum Finance Track dan Sherpa Track pada G20 akan terdiri dari 19 kegiatan working group dan 12 kegiatan engagement group. Total akan ada 165 pertemuan di 19 kota di Indonesia selama acara G20. (mdk/ray)

Baca juga:
Kemenhub Perkuat Layanan Bus Listrik melalui Program BTS di Presidensi G20
Menilik Potensi Ekonomi dari Penyelenggaraan Presidensi G20
Menhub Jajal Mobil Listrik Buatan Anak Bangsa, Dipakai Saat KTT G20 Bali 2022
Menkeu: Pemulihan Ekonomi RI dari Krisis Covid-19 Lebih Baik Dibanding dengan 98
Sri Mulyani: Penanganan Covid-19 Menentukan Kredibilitas Kepemimpinan RI

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini