Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat untuk Nakes

Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat untuk Nakes
Menkes Budi Gunadi Sadikin. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 26 Juli 2022 16:35 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis keempat pada tenaga kesehatan (nakes). Hal ini dikarenakan masih banyak ditemukan nakes terpapar Covid-19.

"Kita memang sekarang sudah mempelajari vaksinasi booster kedua (vaksinasi dosis keempat) untuk nakes, karena ada beberapa nakes kita yang kena (tertular COVID-19)," kata Budi usai peluncuran Platform Tunggal SatuSehat di Hotel Raffles Jakarta dilansir Antara, Selasa (26/7).

Dia mengemukakan pembahasan mengenai rencana pelaksanaan vaksinasi dosis keempat atau vaksinasi penguat kedua pada tenaga kesehatan sudah masuk tahap final.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan bisa informasikan ke masyarakat. Nanti kalau Bapak Presiden kembali kami laporkan, kalau dia setuju, langsung kita lakukan," katanya.

Menteri Kesehatan menekankan pentingnya vaksinasi penguat untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi virus corona penyebab COVID-19.

Saat terserang COVID-19, orang yang belum mendapat vaksinasi 30 kali lebih berisiko menjalani perawatan di rumah sakit dibandingkan dengan orang yang sudah mendapat vaksinasi penguat.

"Orang yang divaksin sekali itu sekitar 20 kali lipat risiko masuk rumah sakit. Orang yang divaksin dua kali, dia 10 kali lipat dari yang sudah booster (dapat vaksinasi penguat). Jadi kalau menurut saya, kenapa sih enggak ambil booster (vaksinasi penguat), karena kan sudah gratis," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Ketika dimintai keterangan secara terpisah, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengemukakan bahwa pemberian vaksinasi dosis keempat bagi kelompok berisiko merupakan langkah yang tepat.

"Kelompok berisiko tinggi misalnya karena komorbid atau lansia, bahkan beberapa penyandang disabilitas," katanya.

Dia mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 dosis keempat penting untuk melindungi para pekerja yang berhubungan langsung dengan masyarakat, utamanya dengan pasien.

"Bukan hanya dokter, perawat, dan penunjangnya, termasuk juga sopir ambulans," katanya.

Menurut Dicky, para guru dan petugas pelayanan di pintu-pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan juga termasuk dalam kelompok berisiko.

"Juga dari sisi kondisi yang selama ini termarjinalkan karena kondisi sosial ekonomi. Itu yang harus juga diutamakan," katanya. (mdk/ray)

Baca juga:
Wagub DKI Minta Keramaian Citayam Fashion Week Dimanfaatkan untuk Vaksin Booster
Demi Tingkatkan Angka Vaksinasi, Xi Jinping Disuntik Vaksin Covid Buatan Dalam Negeri
Pemerintah Pertimbangan Vaksinasi Dosis 4 Akibat Pandemi Covid-19 Berkepanjangan
Pencairan Tunjangan Pegawai Pemkot Solo Terancam Ditunda Jika Belum Vaksin Booster
Catat, Ini Lokasi Vaksinasi Covid-19 di 15 Bandara Kelolaan Angkasa Pura I

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini