Penularan Covid-19 di Kota Bogor Naik 1.000 Persen dalam Sepekan

Penularan Covid-19 di Kota Bogor Naik 1.000 Persen dalam Sepekan
Perawatan pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 29 Januari 2022 16:03 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan peningkatan kasus covid-19 di Kota Bogor, melonjak 1.000 persen dalam sepekan. Meski belum ada hasil valid, dia menduga penularan tersebut didominasi Covid-19 varian Omicron.

"Jadi dari kasus harian yang sebelumnya landai, kemarin dalam satu minggu itu kenaikan dari 9 kasus menjadi 99 kasus, artinya kalau dipresentasekan 1.000 persen," kata Dedie dalam diskusi virtual dengan tema Menahan Gelombang Omicron, Sabtu (29/1).

Saat ini, Pemkot Bogor masih terus melakukan uji sampel melalui metode whole genome sequencing (WGS).

"Kita sedang menunggu whole genome sequencing-nya, tapi kalau dari gejala seperti yang tadi disampaikan ya kelihatannya sudah Omicron ini," ujar Dedie.

Dedie meyakini bahwa peningkatan kasus tersebut dipengaruhi oleh mobilitas masyarakat yang tinggi. Kemudian, terkait kedatangan para pelaku perjalanan dari luar negeri dan penggunaan transportasi umum.

"Termasuk di dalamnya mungkin juga di antaranya kemungkinan juga dari commuter line ada juga. Tapi kami belum mendalami, tapi secara global memang disebutkan bahwa dari angkutan publik," ucapnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Kasus Covid-19 Naik, Bogor Minta Pemerintah Pusat Batasi Mobilitas di Jabodetabek
Kemenkes Pastikan Data Harian Kasus Covid-19 Angka Real Time
Satgas Covid-19: Data GISAID Ada 1.875 Kasus Omicron di Indonesia per 28 Januari 2022
Crowd Free Night Nanti Malam, Ini Ruas Jalan di DKI Dijaga Polisi
Wagub DKI Ungkap Alasan Pertahankan PTM: Sekolah Daring Hasilnya Tidak Maksimal

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami